Penyelenggara Katolik Medan Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Gereja Santo Fransiskus Asisi Polonia

Medan (Humas) Penyelenggara Agama Katolik Kota Medan, Pinta Omastri Pandiangan, M.S.P., melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau lokasi rencana pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi yang akan berdiri di kawasan Polonia, Medan.Kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.00 WIB ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi serta mendengarkan langsung aspirasi dari pihak panitia dan masyarakat sekitar. Selasa (11/11/2025)

Dalam kegiatan tersebut, Pinta Omastri didampingi oleh Demaran Sigiro, S.Fil., selaku Penyuluh Agama Katolik Kota Medan, serta Kepala KUA Medan Polonia, Syahpuddin, S.Ag., beserta rombongan dari Kantor Urusan Agama.

Dari pihak panitia pembangunan gereja hadir Handoko, selaku sekretaris panitia, serta Ariston yang bertugas sebagai Humas panitia pembangunan.

Suasana kunjungan berlangsung penuh keakraban. Handoko menjelaskan bahwa masyarakat sekitar memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan gereja tersebut.

 “Kami sudah berkoordinasi dengan warga sekitar, dan puji Tuhan, mereka semua menerima dengan tangan terbuka. Tidak ada penolakan, justru banyak yang menyampaikan dukungan agar pembangunan segera terlaksana,”ujar Handoko dengan penuh optimisme.

Dukungan serupa datang dari Kepala Lingkungan III Medan Polonia, Rama Sandren, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan gereja akan mempererat jalinan sosial antarwarga.

“Sebagai kepala lingkungan, saya sangat mendukung rencana pembangunan Gereja Santo Fransiskus Asisi. Kehadiran gereja ini akan memperkuat kerukunan dan keharmonisan warga di lingkungan kami, sehingga kami siap mendukung pelaksanaannya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Pinta Omastri Pandiangan menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat serta menilai bahwa kondisi sosial yang kondusif merupakan modal penting bagi kelancaran pembangunan rumah ibadah.

Ia juga mengingatkan agar panitia memperhatikan aspek teknis seperti perizinan, tata bangunan, serta sistem drainase, agar pembangunan tidak menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari. “Persiapan yang matang dari sisi administrasi dan teknis sangat penting agar proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.

Dukungan positif juga datang dari warga sekitar, di antaranya Boby dan Krisna Nalini, yang menyampaikan pandangan mereka dengan antusias. “Kami sebagai warga di lingkungan ini tidak mempermasalahkan rencana pembangunan gereja tersebut, bahkan kami mendukung sepenuhnya. Menurut kami, pembangunan gereja ini akan membawa kebaikan bagi umat Katolik dan masyarakat sekitar. Kami hidup rukun di sini, saling menghargai dan mendukung kegiatan keagamaan apa pun yang tujuannya baik,” ujar keduanya mewakili warga.

Lebih lanjut, Handoko menjelaskan bahwa sejak awal, proses perencanaan pembangunan mendapat pendampingan dari Pastor Redemtus Simamora, OFMCap. “Sejak awal kami mendapat bimbingan dari Pastor Redemtus dalam penyusunan konsep dan desain pembangunan, agar gereja ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan rohani umat,” jelasnya.

Terkait lahan, Handoko menambahkan bahwa tanah seluas sekitar 14 meter x 80 meter yang akan digunakan merupakan hibah dari seorang umat Katolik yang tidak ingin disebutkan namanya. Lahan tersebut telah berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM) sehingga secara legal siap untuk digunakan. Sementara untuk pembiayaan, dana pembangunan akan bersumber dari Paroki Santo Antonius Padua Hayam Wuruk, Keuskupan Agung Medan, serta partisipasi umat dan para donatur. “Rincian total anggaran masih dalam tahap pembahasan bersama arsitek. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan transparan dan akuntabel,” ungkap Handoko.

Adapun rencana desain Gereja Santo Fransiskus Asisi Polonia terdiri atas dua lantai. Lantai pertama akan difungsikan sebagai area parkir, sementara lantai kedua menjadi ruang ibadah utama. Gereja ini akan berdiri di Jalan Karya Pembangunan, Kecamatan Medan Polonia, dan akan menjadi bagian dari wilayah pelayanan Paroki Santo Antonius Padua Hayam Wuruk.

Menutup kunjungan, Pinta Omastri memberikan apresiasi terhadap semangat para panitia dan umat Katolik yang terus bekerja keras mewujudkan pembangunan rumah ibadah ini. “Dukungan dari masyarakat sekitar menunjukkan semangat kebhinnekaan yang luar biasa. Toleransi dan kerukunan seperti inilah yang menjadi kekuatan bangsa kita,” ujarnya. Pembangunan Gereja Santo Fransiskus Asisi Polonia ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2026, dan diharapkan dapat menjadi simbol persaudaraan, toleransi, serta semangat pelayanan  bagi seluruh umat di Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *