Penyuluh Agama Islam Bersinergi dengan Nakes dan Kader Posyandu ILP AKASIA

Medan (Humas) — Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan bekerja sama dengan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Medan Helvetia dan kader Posyandu ILP AKASIA melaksanakan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di rumah Kepala Lingkungan IV, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia pada Senin (10/11).

Kegiatan yang dihadiri masyarakat setempat ini berlangsung hangat dan antusias, terutama dari kalangan ibu-ibu dan balita yang rutin mengikuti pelayanan kesehatan. Selain layanan kesehatan seperti penimbangan balita, pemberian vitamin, vaksinasi, cek gula darah, cek asam urat, hingga pemeriksaan ibu hamil, penyuluh agama turut memberikan pengarahan rohani yang menjadi ciri khas integrasi layanan ini.

Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam Nurlely, M.Sos, menekankan bahwa upaya menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab fisik, tetapi juga bagian dari ibadah. Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami hubungan antara kesehatan, spiritualitas, dan kualitas hidup agar kesadaran menjaga tubuh dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Menjaga kesehatan diri, anak, dan keluarga adalah wujud syukur atas nikmat Allah. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan menjaga tubuh agar tetap sehat dan kuat,” ujar Nurlely.

Ia kemudian menambahkan bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan melalui posyandu ini akan lebih bermakna bila dibarengi dengan pemahaman spiritual. Nurlely menjelaskan bahwa integrasi antara pembinaan kesehatan dan nilai-nilai keagamaan menjadi kunci dalam membangun kesadaran yang lebih utuh di tengah masyarakat.

“Kesehatan itu tidak hanya soal tubuh, tetapi juga kondisi hati. Ketika masyarakat memahami bahwa merawat diri adalah bagian dari ketaatan, maka kesadaran untuk hidup sehat akan tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.

Tenaga kesehatan Puskesmas Medan Helvetia, Remana Setiawan Pasaribu, S.Kep., Ners., turut memberikan edukasi tentang gizi seimbang, pentingnya imunisasi, serta deteksi dini stunting. Kader-kader Posyandu ILP AKASIA juga berperan aktif dalam pendataan, pengukuran tumbuh kembang anak, serta pelayanan teknis lainnya.

Kepala Lingkungan IV, Suyadi, yang rumahnya menjadi lokasi kegiatan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap program seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan dan bimbingan rohani secara bersamaan.

Melalui sinergi antara Kemenag Medan, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kegiatan Posyandu ILP diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani serta memperkuat kesadaran hidup sehat yang berpijak pada nilai-nilai keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *