Medan (Humas) — Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan bersinergi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Medan Helvetia serta kader Posyandu ILP AKASIA melaksanakan kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer). Kegiatan ini berlangsung di rumah Kepala Lingkungan IV, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia. Rabu (4/2/2026)
Kegiatan Posyandu ILP tersebut diikuti oleh masyarakat setempat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang secara rutin memanfaatkan layanan kesehatan di posyandu. Berbagai layanan kesehatan diberikan, di antaranya penimbangan balita, pemberian imunisasi dan vitamin, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta pemeriksaan gula darah dan asam urat bagi masyarakat umum.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan. Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam Nurlely, M.Sos. menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan amanah dari Allah SWT.
“Menjaga kesehatan diri, anak, dan keluarga merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Islam mengajarkan keseimbangan antara pelaksanaan ibadah dan upaya menjaga tubuh agar tetap sehat dan kuat,” ujar Nurlely.
Sementara itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Medan Helvetia, Remana Setiawan Pasaribu, S.Kep., Ners, memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, imunisasi lengkap, serta upaya deteksi dini stunting pada anak. Kader Posyandu ILP AKASIA turut berperan aktif dalam proses pendataan, pelayanan, serta pendampingan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Kepala Lingkungan IV Kelurahan Helvetia Timur, Suyadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Posyandu ILP di lingkungannya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai sangat membantu masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan sekaligus pembinaan keagamaan.
“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan. Semoga sinergi ini terus terjalin,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Agama, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kegiatan Posyandu ILP diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani serta meningkatkan kesadaran hidup sehat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

