Aceh Tamiang (Humas) — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan bersama Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang melalui kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang di Desa Rimba Sawang, Dusun Harapan, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (29/12/2025).
Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu mengakibatkan kerusakan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Hingga saat ini, sebagian warga masih berupaya bangkit dan memulihkan kondisi kehidupan pascabencana. Kehadiran para Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat terdampak menjadi wujud nyata peran Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan, baik secara spiritual maupun sosial.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, Abdullah Hakim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian kemanusiaan.
“Sebagai penyuluh agama, kami tidak hanya hadir untuk memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga terpanggil untuk hadir secara langsung membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Bantuan ini kami harapkan dapat sedikit meringankan beban dan menguatkan semangat saudara-saudara kita,” ujar Abdullah Hakim.

Sementara itu, perwakilan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang mengapresiasi sinergi lintas daerah yang terbangun melalui kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kebersamaan para penyuluh dari Kota Medan. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya nilai persaudaraan dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana,” tuturnya.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan silaturahmi bersama warga serta penyampaian pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan. Para penyuluh mengajak masyarakat untuk tetap bersabar, saling menguatkan, dan terus menumbuhkan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keimanan.
Melalui kegiatan ini, para Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan dan Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas penyuluhan keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan yang membawa manfaat langsung bagi umat.

