Medan (Humas) – Setelah sepuluh hari mengikuti proses magang, enam mahasiswa UIN Sumatera Utara Fakultas Ushuluddin Jurusan Studi Ilmu Al-Qur’an resmi dilepas dalam acara penutupan yang digelar di Kantor LPTQ Kota Medan, Jalan Medan Putra, Jumat (13/2/2020). Kegiatan ini dirangkai dengan pemberian motivasi oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru kepada seluruh peserta magang.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para mahasiswa yang selama ini terlibat aktif dalam membantu program-program LPTQ tampak mengikuti kegiatan hingga akhir dengan penuh antusias.
Dalam sambutannya, penyuluh agama Islam menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kesungguhan mahasiswa dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan selama magang. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya sebatas memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga turut memberi kontribusi nyata bagi penguatan administrasi serta pendataan pembinaan Al-Qur’an di Kota Medan.
“Alhamdulillah, selama sepuluh hari adik-adik telah menunjukkan semangat belajar dan pengabdian. Mudah-mudahan pengalaman ini menjadi modal penting ketika nanti kembali ke tengah masyarakat sebagai sarjana Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan magang merupakan jembatan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik lapangan. Karena itu para mahasiswa diharapkan mampu mengambil pelajaran berharga, terutama menyangkut manajemen lembaga, pola pembinaan qari dan hafiz, serta dinamika pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Selain memberikan motivasi, penyuluh juga mengingatkan agar laporan magang yang telah disusun dapat segera disampaikan kepada pamong atau kepala laboratorium di kampus. Laporan tersebut menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban akademik sekaligus dokumentasi pengalaman lapangan yang telah dijalani.
Selama melaksanakan magang di LPTQ Kota Medan, mahasiswa mendapat berbagai penugasan strategis. Mereka melakukan pendataan para qari, hafiz, dan muhaddits yang selama ini terlibat dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Pendataan ini dinilai penting untuk memperkuat basis informasi serta memudahkan proses pembinaan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga diberi amanah untuk mendatangi dan mengunjungi sejumlah lembaga pembinaan tilawatil Qur’an yang tersebar di berbagai wilayah Kota Medan. Dari kunjungan tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung metode pembinaan, proses latihan, hingga tantangan yang dihadapi para pembina di lapangan.
Pihak LPTQ Kota Medan menyampaikan terima kasih atas bantuan para mahasiswa. Kehadiran mereka dinilai sangat membantu dalam penyusunan data serta pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan.

