Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru Damri Tambunan mengikuti kegiatan peluncuran buku berjudul “Menggali Akar Kerukunan Antar Umat Beragama di Kota Medan” yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan. Kegiatan ini dilaksanakan di Nivia Hotel, Kota Medan, pada Selasa, 30 Desember 2025, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemuka agama, tokoh masyarakat, akademisi, unsur pemerintah, serta perwakilan organisasi keagamaan lintas agama.
Peluncuran buku ini merupakan salah satu program tahunan FKUB Kota Medan yang bertujuan untuk mendokumentasikan perjalanan, sejarah, pemikiran, serta kontribusi nyata FKUB dalam membangun dan merawat kerukunan umat beragama di Kota Medan. Buku ini memuat berbagai kajian tentang dinamika kerukunan, peran tokoh-tokoh agama, serta praktik-praktik baik yang telah dilakukan FKUB dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kota Medan, H. Muhammad Yasir Tanjung, S.Pd.I., menyampaikan bahwa buku ini diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus pedoman bagi masyarakat lintas agama dalam memahami pentingnya nilai toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan. Menurutnya, Kota Medan sebagai kota multikultural membutuhkan pemahaman yang kuat tentang kerukunan agar kehidupan sosial kemasyarakatan tetap berjalan dengan damai dan harmonis.
“Buku ini kami hadirkan sebagai ikhtiar bersama agar masyarakat dapat mengetahui akar sejarah kerukunan di Kota Medan, mengenal tokoh-tokoh yang berperan penting, serta memahami konsep dan strategi menjaga keharmonisan antarumat beragama. Mudah-mudahan buku ini menjadi pegangan dan inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat,” ujar Yasir Tanjung.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penerbitan buku ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban moral FKUB kepada masyarakat, sekaligus menjadi warisan intelektual yang dapat dipelajari oleh generasi muda dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di Kota Medan.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terbitnya buku “Menggali Akar Kerukunan Antar Umat Beragama di Kota Medan”. Menurutnya, buku ini memiliki nilai strategis sebagai media edukasi dan literasi kerukunan, terutama bagi para penyuluh agama dalam menjalankan tugas pembinaan umat di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa buku ini dapat menjadi bahan rujukan dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan, sekaligus menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama kepada jamaah sasaran. Dengan adanya buku ini, diharapkan pesan kerukunan tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga memiliki landasan tertulis yang kuat dan sistematis.
“Sebagai penyuluh agama, kami sangat terbantu dengan hadirnya buku ini. Isinya dapat menjadi materi penyuluhan dalam menyampaikan pentingnya hidup rukun, saling menghormati perbedaan, dan menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk,” ungkapnya.
Kegiatan peluncuran buku berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta. Diskusi dan dialog yang terbangun dalam acara tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Medan. Kehadiran para tokoh lintas agama semakin memperkuat pesan bahwa kerukunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Acara peluncuran buku ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh perwakilan pemuka agama, sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan harapan agar Kota Medan senantiasa diberikan kedamaian, kerukunan, dan kesejahteraan.
Melalui kegiatan ini, FKUB Kota Medan kembali menegaskan perannya sebagai wadah dialog dan kerja sama lintas agama dalam menjaga harmoni sosial. Diharapkan semangat kerukunan yang tertuang dalam buku ini dapat terus disebarluaskan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan moto Kota Medan: “Medan untuk Semua, Semua untuk Medan.”

