Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Medan Belawan, Muhammad Fathul Husni, S.HI, memberikan tausiyah dalam Kuliah Subuh di Masjid An Najah, Kelurahan Belawan Bahari, pada Rabu (26/11). Kegiatan ini menjadi momen yang tepat bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Fathul Husni menegaskan bahwa akhlak merupakan fondasi keberagamaan seseorang dan menjadi indikator utama kualitas keimanan. Sebelum menekankan hal tersebut, ia mengajak jamaah untuk bercermin pada kehidupan sehari-hari. “Akhlak yang baik adalah cermin dari keimanan seorang Muslim. Semakin baik akhlaknya, semakin kuat pula iman dan ketakwaannya,” ujarnya di hadapan para jamaah.
Ia kemudian memperkuat pesan tersebut dengan landasan hadis Nabi Muhammad SAW. Sebelum membacakan hadis itu, ia menyampaikan bahwa seluruh ajaran Islam pada hakikatnya bermuara pada pembentukan karakter. “Innamā bu‘itstu li utammima ṣāliḥal-akhlāq” — “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kesalehan akhlak.”
Fathul Husni menambahkan bahwa kuliah subuh menjadi salah satu sarana efektif untuk membina diri secara konsisten. Sebelum menutup tausiyahnya, ia kembali mengajak jamaah menjadikan ilmu sebagai bekal perbaikan diri. “Momentum setelah Subuh adalah waktu yang penuh keberkahan. Di saat inilah hati lebih mudah menerima nasihat dan ilmu. Saya berharap jamaah dapat menjadikan majelis seperti ini sebagai rutinitas,” katanya.
Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan dapat memperkuat karakter masyarakat Belawan Bahari. “Semoga pembinaan akhlak melalui majelis ilmu ini mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih santun, jujur, dan bermanfaat bagi lingkungan,” tutupnya.

