Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, Nurlely dan Komala Dewi memberikan bimbingan keagamaan kepada jamaah pengajian Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Medan dengan materi fikih wudhu pada hari Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan semangat belajar agama di kalangan para anggota Pertuni.
Bimbingan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa wudhu merupakan salah satu syarat sahnya shalat sehingga setiap muslim harus memahami tata cara yang benar sesuai tuntunan syariat Islam.
Heriansyah Harahap menjelaskan secara rinci mengenai pengertian wudhu, rukun-rukun wudhu, sunnah-sunnah wudhu, serta hal-hal yang dapat membatalkan wudhu. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesempurnaan wudhu karena wudhu bukan hanya membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri sebelum menghadap Allah SWT.
“Wudhu bukan sekadar membasuh anggota tubuh, tetapi merupakan ibadah yang memiliki nilai spiritual. Ketika seseorang berwudhu dengan benar dan penuh kesadaran, maka dosa-dosa kecilnya akan berguguran,” ujar Heriansyah Harahap dalam penyampaiannya di hadapan para jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa Rasulullah SAW sangat menekankan kesempurnaan dalam berwudhu. “Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menyempurnakan wudhunya, kemudian melaksanakan shalat dengan khusyuk, maka shalat itu menjadi penghapus dosa di antara dua waktu shalat,” jelasnya.
Para peserta pengajian Pertuni terlihat sangat antusias mengikuti bimbingan tersebut. Mereka juga diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai berbagai permasalahan fikih wudhu yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan penuh manfaat.
Melalui kegiatan bimbingan ini, Heriansyah Harahap berharap para anggota Pertuni semakin memahami tata cara berwudhu yang benar serta semakin semangat dalam menjalankan ibadah. “Semoga dengan pemahaman fikih yang baik, kita semua dapat melaksanakan ibadah dengan benar dan meraih keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya.

