Penyuluh Agama Islam Medan Area Sampaikan Tata Cara Meredam Murka Allah

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Medan Area, Amri, S.HI, melaksanakan tugas pembinaan keagamaan melalui penyampaian khutbah Jumat di Masjid Istiqomah, Jalan Bromo Gang Kurnia, pada 5 Desember 2025. Kehadirannya menjadi bagian dari penguatan layanan penyuluhan Kementerian Agama guna meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat secara langsung di tengah-tengah jamaah.

Dalam khutbahnya, Amri mengangkat tema “Meredam Murka Allah” yang merujuk pada kandungan Surah Al-A’raf ayat 96. Ayat tersebut menjelaskan bahwa keberkahan akan Allah turunkan kepada masyarakat yang beriman dan bertakwa, sedangkan kelalaian manusia justru memicu turunnya berbagai kesulitan. Ia menegaskan bahwa pesan ini relevan bagi kehidupan umat saat ini. 

“Jika kita ingin hidup dalam keberkahan, maka kuncinya adalah kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dan penuh ketundukan,” ujar Amri.

Lebih lanjut, Amri menguraikan makna “meredam murka Allah” sebagai upaya spiritual untuk menghentikan kemurkaan Tuhan melalui taubat, istighfar, dan ketaatan. Dalam penjelasannya kepada jamaah, ia menyampaikan bahwa dosa dan kelalaian manusia dapat menjadi sebab datangnya ujian. “Musibah sering kali bukan hanya peristiwa alam, tetapi juga peringatan agar kita memperbaiki diri dan memperbanyak istighfar,” tuturnya dalam salah satu bagian khutbah.

Selain Al-Qur’an, ia juga mengutip sejumlah hadis Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya istighfar sebagai jalan terbukanya rezeki dan penghapus dosa. Ustadz Amri menegaskan bahwa amalan lisan yang sederhana namun penuh makna ini dapat menjadi penyelamat bagi seorang muslim dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. 

“Rasulullah mengajarkan bahwa siapa yang membiasakan istighfar akan diberi jalan keluar dari setiap masalah. Ini bukan hanya janji, tetapi realitas bagi hamba yang bersungguh-sungguh,” ucapnya.

Kegiatan keagamaan ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan literasi keagamaan, peningkatan kualitas moderasi beragama, serta optimalisasi fungsi rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat. Melalui pendekatan edukatif dan penyuluhan langsung seperti yang dilakukan Amri, Kementerian Agama berupaya mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, serta berkarakter kuat.

Masjid Istiqomah sendiri telah lama menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat di kawasan tersebut, dengan agenda rutin seperti kajian fikih, majelis taklim, dan pembinaan keislaman lainnya. Kehadiran penyuluh agama pada kegiatan Jumat ini diharapkan semakin memperkuat peran masjid dalam meningkatkan kualitas pemahaman agama dan memperkokoh jalinan spiritual masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *