Penyuluh Agama Islam Medan Baru Dukung Pelestarian Seni Kaligrafi Al-Qur’an melalui Pelatihan LPTQ Medan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Syahmuda Nasution, S.Ag, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Medan yang berkolaborasi dengan Camat Medan Kota serta LPTQ Kecamatan Medan Kota. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Medan Kota. Minggu (14/12/2025).

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Pelatihan dan Pembinaan Khatthil Qur’an (Seni Kaligrafi Al-Qur’an) sebagai wujud nyata komitmen dalam melestarikan seni budaya Islam sekaligus mendukung upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat. Pelatihan tersebut diikuti oleh generasi muda, mulai dari anak-anak hingga remaja, yang memiliki minat dan bakat di bidang seni tulis Al-Qur’an.

Dalam keterangannya, Syahmuda Nasution menegaskan bahwa seni kaligrafi Al-Qur’an memiliki peran strategis sebagai media dakwah yang efektif.

“Kaligrafi Al-Qur’an tidak hanya bernilai seni, tetapi juga menjadi sarana dakwah dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir generasi yang tidak hanya terampil dalam seni kaligrafi, tetapi juga memiliki pemahaman dan kecintaan yang mendalam terhadap nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Syahmuda.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan awal untuk menyiapkan calon-calon peserta yang akan menjadi duta kecamatan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Medan. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, Kecamatan Medan Kota diharapkan mampu melahirkan kader-kader unggul di bidang Khatthil Qur’an.

Kolaborasi antara LPTQ Kota Medan, LPTQ Kecamatan Medan Kota, dan pihak Kecamatan Medan Kota tersebut mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang seni budaya Islam, kegiatan ini juga dinilai mampu mengarahkan generasi muda untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas yang positif, edukatif, dan bernilai ibadah.

Melalui pelatihan dan pembinaan ini, diharapkan seni kaligrafi Al-Qur’an dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat, sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang religius, kreatif, dan berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *