Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru bersama Damri Tambunan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan menghadiri kegiatan Doa Bersama Pemuka Lintas Agama Kota Medan yang dirangkai dengan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor FKUB Kota Medan, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan doa bersama lintas agama ini menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas antarumat beragama terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah banjir. Selain memanjatkan doa, kegiatan juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial kepada warga yang terdampak.
Doa bersama tersebut bertujuan untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat Kota Medan agar senantiasa terhindar dari marabahaya, musibah, dan bencana. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama dalam menghadapi persoalan kemanusiaan.
Sebanyak 100 orang masyarakat terdampak banjir menerima bantuan yang disalurkan melalui utusan majelis-majelis agama, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Kota Medan, WALUBI Kota Medan, Keuskupan Agung Medan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Medan, serta Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Medan.
Sekretaris FKUB Kota Medan, Damri Tambunan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian lintas agama yang harus terus dipelihara, terutama dalam situasi bencana. Ia menegaskan bahwa solidaritas dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam menghadapi persoalan kemanusiaan. “Melalui doa bersama dan penyaluran bantuan ini, kami ingin menegaskan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi kita untuk saling membantu dan bergandengan tangan dalam menghadapi musibah kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat moderasi beragama yang hidup di tengah masyarakat Kota Medan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai toleransi dan persaudaraan harus diwujudkan melalui aksi nyata. “Kehadiran para pemuka dan tokoh lintas agama dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kerukunan bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan dalam kepedulian dan tindakan nyata untuk membantu sesama,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Medan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Adlan, Kapolrestabes Medan Calvijn, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan yang diwakili oleh Yose Rizal, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan Andi Mario Siregar, unsur Kejaksaan, Dandim, Kapolres Belawan, serta masyarakat penerima bantuan.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pengurus FKUB Kota Medan dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir, sekaligus memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kerukunan umat beragama di Kota Medan.

