Penyuluh Agama Islam Medan Marelan Kemukakan Tujuh Tingkatan Neraka dan Penghuninya

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Marelan melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan pada Kamis (18/12/2025), bertempat di Majelis Taklim Al Jam’iyatul Khoiriyah, Pasar 1 Tengah Marelan. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah majelis taklim dengan penuh antusias.
Bimluh keagamaan tersebut disampaikan oleh Puligong Siregar, S.Ag, dengan mengangkat materi tentang tujuh tingkatan neraka beserta penghuninya, yakni Neraka Jahannam, Lahza, Huthamah, Sa’ir, Saqar, Jahim, dan Hawiyah. Materi ini disampaikan sebagai pengingat agar umat Islam senantiasa menjauhi perbuatan dosa serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam pemaparannya, Puligong Siregar menjelaskan bahwa pembahasan mengenai neraka memiliki hikmah besar sebagai sarana introspeksi diri dan perbaikan amal. Ia menegaskan bahwa materi tersebut bertujuan membangun kesadaran spiritual jamaah.
“Pembahasan tentang neraka ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar kita semakin takut kepada Allah SWT, terdorong untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh, serta terus memperbaiki amal ibadah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Puligong Siregar.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan materi yang disampaikan sebagai motivasi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, sikap saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran merupakan bagian penting dari pengamalan ajaran Islam.
“Kita perlu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran, karena dakwah yang dilakukan dengan hikmah akan memperkuat iman dan ukhuwah di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Al Jam’iyatul Khoiriyah, Hj. Mariati, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Bimluh keagamaan tersebut. Ia menilai kehadiran Penyuluh Agama Islam memberikan manfaat nyata bagi jamaah majelis taklim.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan ini. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan menambah wawasan keislaman jamaah, serta menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri,” ungkap Hj. Mariati.
Ia berharap kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *