Penyuluh Agama Islam Medan Perjuangan Gelar Program SULING di Masjid Juang 45

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Perjuangan kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan melalui program SULING (Suluh Keliling) yang digelar di Masjid Juang 45, Jalan Prof. HM. Yamin No. 51, Kecamatan Medan Perjuangan, Senin (09/03/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh jamaah serta pengurus masjid setempat.

Kegiatan SULING ini dibuka oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan yang diwakili oleh Dr. H. M. Abdullah Amin, MA. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program Suluh Keliling merupakan salah satu bentuk komitmen KUA bersama para penyuluh agama untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan pencerahan dan penguatan nilai-nilai keislaman.

“Melalui kegiatan SULING ini diharapkan masyarakat semakin memahami ajaran agama secara benar dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluh agama memiliki peran penting sebagai pembimbing umat agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Perjuangan, yakni H. M. Affan Sihite, SHI., Supriyadi, S.Ag., H. M. Hendra Saleh Panggabean, S.Ag., dan Marliani, S.Ag. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Juang 45, Heri Rijaldi, serta para jamaah yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Dalam kesempatan tersebut, H. M. Affan Sihite menyampaikan materi bimbingan dan penyuluhan kepada para jamaah. Dalam tausiyahnya, ia menekankan tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap mukmin dalam menjaga kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa hal pertama yang harus dijaga oleh seorang mukmin adalah iman. Menurutnya, iman bersifat dinamis yang dapat mengalami peningkatan maupun penurunan.

“Iman itu kadang naik dan kadang turun. Iman akan naik ketika seseorang taat kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, dan menjauhi larangan-Nya. Sebaliknya, iman akan menurun ketika seseorang melakukan maksiat,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Hal kedua yang disampaikan adalah tentang amal. Ia mengingatkan bahwa setiap amal perbuatan harus dilandasi dengan niat yang ikhlas agar bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Selain itu, amal juga harus dilakukan dengan ilmu agar tidak menjadi sia-sia.

“Amal harus disertai niat agar dihitung sebagai ibadah. Namun amal juga harus dilandasi ilmu, sehingga apa yang kita lakukan benar sesuai dengan tuntunan syariat,” jelasnya.

Selanjutnya, ia juga mengajak para jamaah untuk senantiasa membersihkan diri, baik secara lahir maupun batin. Menurutnya, kebersihan dan kesucian diri merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang harus dijaga oleh setiap Muslim.

“Membersihkan diri bukan hanya secara fisik, tetapi juga membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, dan sombong. Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tambahnya.

Para jamaah yang hadir tampak mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Kegiatan SULING ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan umat serta mempererat hubungan antara penyuluh agama dengan masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antara para penyuluh agama, pengurus masjid, serta jamaah yang hadir sebagai bentuk kebersamaan dalam memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *