Medan (Humas) — Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Medan Helvetia serta kader Posyandu ILP AKASIA menggelar kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer). Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Kepala Lingkungan IV, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia. (7/1)
Kegiatan Posyandu tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang secara rutin mengikuti pelayanan kesehatan. Layanan yang diberikan meliputi penimbangan balita, imunisasi, pemberian vitamin, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta pemeriksaan gula darah dan asam urat bagi masyarakat.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan keagamaan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan. Dalam penyampaiannya, Nurlely, M.Sos. menegaskan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ajaran Islam dan bentuk tanggung jawab seorang hamba.
“Kesehatan adalah amanah dari Allah SWT yang wajib kita jaga. Menjaga kesehatan diri, anak, dan keluarga merupakan bagian dari ibadah serta wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan,” ujar Nurlely.
Ia juga menambahkan bahwa peran penyuluh agama tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
“Melalui kegiatan Posyandu ini, kami ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan, karena tubuh yang sehat akan mendukung kualitas ibadah dan kehidupan sosial,” tambahnya.
Sementara itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Medan Helvetia, Remana Setiawan Pasaribu, S.Kep., Ners, menyampaikan pentingnya peran Posyandu dalam upaya pencegahan masalah kesehatan sejak dini.
“Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui pemeriksaan rutin, kita dapat mendeteksi dini stunting, memantau tumbuh kembang balita, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan imunisasi lengkap,” jelas Remana.
Kader-kader Posyandu ILP AKASIA juga berperan aktif dalam mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari pendataan peserta, pengaturan alur pelayanan, hingga memberikan edukasi sederhana kepada masyarakat.
Kepala Lingkungan IV, Suyadi, yang rumahnya menjadi lokasi kegiatan, menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam pelaksanaan Posyandu ILP tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga karena pelayanan kesehatan dan penyuluhan keagamaan bisa diperoleh secara bersamaan,” ungkap Suyadi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami berharap Posyandu ILP seperti ini terus dilanjutkan, karena sangat membantu masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam menjaga kesehatan keluarga,” tambahnya.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat, kegiatan Posyandu ILP ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani serta meningkatkan kesadaran hidup sehat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

