Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Polonia terus memperkuat peran strategisnya dalam merawat kerukunan umat beragama melalui kunjungan dan dialog lintas iman di Vihara Boddy Gaya, Kecamatan Medan Polonia. Kegiatan ini dilakukan bersama Kepala KUA Medan Polonia, Syahpuddin, S.Ag, serta Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si.
Kegiatan silaturahmi tersebut menjadi ruang penting bagi para penyuluh untuk menguatkan implementasi program Penyuluh Bergerak, khususnya dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan tokoh dan lembaga keagamaan lintas agama. Dialog bersama pengurus vihara membahas strategi menjaga toleransi, memperkuat literasi moderasi beragama, serta menciptakan sinergi dalam menjaga kerukunan di masyarakat.
Kepala KUA Medan Polonia, Syahpuddin menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah penyuluh di lapangan. Ia menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga hubungan antarumat beragama, terutama di wilayah yang memiliki keberagaman seperti Medan Polonia. Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan penyuluh selama ini, mulai dari membangun komunikasi lintas iman, melakukan pendampingan keagamaan, hingga menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga keagamaan yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan suasana yang kondusif dan penuh kepercayaan di tengah masyarakat. “Saya mengapresiasi langkah para penyuluh yang aktif terjun langsung membangun komunikasi lintas iman. Inilah wujud nyata dari pelayanan KUA yang inklusif,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa berbagai upaya yang dilakukan para penyuluh tidak hanya sebatas kunjungan atau dialog, tetapi juga mencakup kerja-kerja edukatif yang konsisten di masyarakat. Penyuluh, menurutnya, memiliki kedekatan langsung dengan warga sehingga mampu membaca dinamika sosial secara lebih cepat dan memberikan respons yang tepat melalui pendekatan yang persuasif dan solutif. Peran inilah yang menjadikan penyuluh sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas kerukunan, sekaligus memastikan nilai-nilai moderasi beragama dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat. “Kehadiran penyuluh agama adalah jembatan penting untuk menjaga harmoni. Kita ingin memastikan masyarakat merasakan suasana keberagamaan yang damai dan saling menghargai.”
Staf Ahli Kemenag RI, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, turut menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai agen pemersatu dalam kehidupan beragama di masyarakat. Ia menyampaikan bahwa penyuluh tidak hanya bekerja pada tataran administratif, tetapi juga hadir sebagai penggerak sosial yang mampu membangun ruang dialog, mendorong toleransi, serta menjadi penyambung komunikasi antara umat beragama dan pemerintah. Menurutnya, kehadiran penyuluh di lapangan memberi dampak langsung terhadap terciptanya suasana keberagamaan yang kondusif, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang muncul di masyarakat multikultural seperti Medan Polonia. “Penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai agen moderasi beragama. Kegiatan seperti ini adalah praktik nyata merawat kerukunan dan memperkuat kohesi sosial,” ungkapnya.
Kunjungan ini mempertegas komitmen KUA Medan Polonia dan para penyuluh untuk terus memperkuat hubungan lintas agama serta mengokohkan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghormati.

