Penyuluh Agama Katolik Ajak Pasien RS Murni Teguh Susanna Wesley Andalkan Tuhan

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kota Medan mengajak pasien Rumah Sakit Murni Teguh Susanna Wesley Medan Selayang untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap situasi kehidupan, termasuk saat menghadapi sakit. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan bimbingan rohani bagi pasien rawat inap yang dilaksanakan pada Selasa (13/1/2026).

Dalam penyuluhan tersebut, Leonhard Hutagalung, S.S., menegaskan bahwa perjalanan hidup manusia tidak selalu berjalan mulus. Menurutnya, sakit dan penderitaan kerap menjadi bagian dari dinamika hidup yang tidak dapat dihindari. “Perjalanan hidup manusia tidak selalu mulus. Namun, kita memiliki kekuatan ketika tetap berpasrah kepada Tuhan dan berharap pada kemahakuasaan-Nya untuk melakukan hal-hal ajaib, termasuk kesembuhan dari sakit yang menyiksa,” ujarnya.

Sementara itu, Marulam Nainggolan, S.S., mengajak para pasien untuk meneladani iman kepada Yesus Kristus sebagaimana disampaikan dalam bacaan Kitab Suci hari itu. Ia menekankan bahwa kuasa Tuhan nyata dan bekerja bagi mereka yang percaya. “Yesus dalam bacaan harian hari ini melakukan tindakan luar biasa dengan menyembuhkan berbagai penyakit dan mengusir roh jahat. Tuhan mampu melakukan dan memberikan yang terbaik kepada kita,” katanya.

Marulam menambahkan bahwa iman dan keyakinan menjadi sikap dasar yang perlu dimiliki setiap orang beriman dalam menghadapi sakit dan penderitaan. “Syaratnya, kita mau datang kepada Tuhan dan yakin kepada-Nya. Dalam iman itulah kita menemukan kekuatan, ketenangan, dan pengharapan,” tambahnya, merujuk pada bacaan Injil Markus 1:21–28.

Kehadiran para penyuluh agama mendapat sambutan hangat dari para pasien dan keluarga yang mendampingi. Mereka mengaku merasa dikuatkan dan diteguhkan oleh doa serta perhatian rohani yang diberikan. Salah seorang anggota keluarga pasien menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan tersebut. “Kami sangat bersyukur atas kedatangan penyuluh agama. Doa dan sapaan rohani ini sungguh menguatkan hati kami sekeluarga dan memberi harapan bagi kesembuhan orang tua kami,” ungkapnya.

Penyuluhan rohani ini juga berjalan dengan baik dan lancar berkat kerja sama yang harmonis antara penyuluh agama dan pihak rumah sakit, khususnya para perawat. Para perawat membantu menyiapkan pasien yang akan disapa sehingga siraman rohani dapat diterima dan dihayati dengan lebih mendalam, baik oleh pasien maupun keluarga yang mendampingi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *