Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Berikan Penguatan Iman kepada Pasien RS Santa Elisabeth Medan

Medan (Humas). Penyuluh Agama Katolik berkolaborasi dengan Penyuluh Agama Kristen melaksanakan kegiatan penyuluhan dan penguatan iman bagi para pasien di RS Santa Elisabeth, Jalan Haji Misbah No. 7, Medan, Sumatera Utara, Senin, 01 Desember 2025 pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan rohani bagi pasien agar tetap memiliki harapan dan semangat dalam proses pemulihan kesehatan.

Dalam kegiatan ini hadir Penyuluh Agama Katolik: Zetra Hail Saragih, S.Fil., Demaran Sigiro, S.Fil., Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., dan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil., yang berkolaborasi dengan para Penyuluh Agama Kristen. Kehadiran para penyuluh dari dua denominasi ini menjadi wujud nyata sinergi pelayanan rohani lintas iman demi memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian kepada pasien.

Penyuluhan yang mengangkat tema “Iman yang Membawa Kesembuhan” ini didasarkan pada Injil Matius 8:5–11, yang menceritakan iman besar seorang perwira yang memohon kesembuhan bagi hambanya. Para penyuluh menghubungkan makna kisah tersebut dengan situasi para pasien, menegaskan bahwa iman yang teguh dapat menjadi sumber kekuatan, kedamaian, dan harapan dalam menghadapi pergumulan kesehatan.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh mengajak pasien untuk tetap memelihara pengharapan, percaya kepada penyertaan Tuhan, serta menguatkan diri dalam proses penyembuhan. Penyuluhan ini dilengkapi dengan doa bersama, renungan singkat, dan ajakan untuk saling menguatkan antar pasien, sehingga suasana kebersamaan dan keteduhan semakin terasa.

Pasien dan pihak rumah sakit memberikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan penyuluhan ini. Mereka merasa terbantu, terhibur, dan dikuatkan secara rohani melalui pendampingan yang penuh empati dan kepedulian tersebut. Pihak rumah sakit juga berharap agar kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan kasih yang menyentuh kebutuhan spiritual para pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *