Medan (Humas) Dalam rangka persiapan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, Roni Antonius Sitanggang, S.Fil, selaku penyuluh agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, menghadiri rapat persiapan pelaksanaan RAT di Kantor CU Tunas Mekar Medan, Jalan Setia Budi Gg. Rahmat No. 13, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, pada 12 Februari 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.
Di hadapan jajaran pengurus CU Tunas Mekar Medan, Roni menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi anggota, khususnya yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “RAT bukan hanya forum laporan pertanggungjawaban tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk memberdayakan anggota secara ekonomi,” ujarnya. Ia mengusulkan agar anggota yang memiliki UMKM diberikan ruang dalam pelaksanaan RAT untuk mempromosikan produk dan jasa mereka kepada sesama anggota.
Usulan tersebut disambut positif oleh Ketua Pengurus CU Tunas Mekar Medan, Sahat Pasaribu, SE. “Kami sangat mendukung gagasan ini karena sejalan dengan semangat koperasi, yakni dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” ungkap Sahat. Hal serupa juga disampaikan Manager CU Tunas Mekar Medan, Yeni Sinaga, SS, yang menyatakan kesiapan untuk merealisasikan usulan tersebut pada pelaksanaan RAT yang direncanakan pada 28 Februari 2026 di Kenanga Garden, Jalan Jamin Ginting.
Sebagai informasi, RAT merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 19 Tahun 2015. Karena itu, pelaksanaan RAT tidak hanya menjadi forum evaluasi tahunan, tetapi juga sarana strategis untuk memperkuat partisipasi dan kolaborasi antaranggota.
Sementara itu, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP., selaku Penyelenggara Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan, menyambut baik keterlibatan penyuluh agama dalam pemberdayaan ekonomi umat. “Keterlibatan penyuluh agama dalam kegiatan ekonomi umat merupakan bentuk pelayanan yang holistik, menyentuh aspek rohani sekaligus kesejahteraan sosial,” tutur Pinta.

