Medan (Humas) Dalam rangka mendukung program Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama RI, khususnya pada bidang layanan keagamaan yang berdampak, Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pendampingan dan pemulihan mental bagi residen Panti Rehabilitasi Narkoba Caritas PSE Keuskupan Agung Medan, Senin (10/11/2025). Topik yang disampaikan kali ini berkaitan dengan kehadiran pribadi manusia sebagai Imago Dei.
Dalam penjelasannya, Ricardo Simamora, S.Ag menyampaikan bahwa manusia adalah citra Allah atau gambaran Tuhan. Martabat ini dikehendaki oleh Allah sendiri saat manusia diciptakan, sebagaimana diungkapkan dalam kitab Kejadian 1:26. Itulah yang menyebabkan mengapa manusia memiliki nilai diri yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan ciptaan lain. Manusia mampu memahami dirinya dan penciptanya sehingga mampu berperilaku sesuai martabatnya itu.
“Kesadaran sebagai Imago Dei atau citra Allah adalah langkah awal untuk pulih. Kalau kita sadar bahwa kita memantulkan wajah Allah, maka kita akan menjaga hidup kita dengan penuh hormat. Kita tidak akan begitu saja membiarkan diri kita terbawa oleh naluri atau kecenderungan dalam diri kita ke arah yang buruk. Kita akan selalu berusaha memahami dan menilai setiap tindakan kita apakah sesuai gambaran Allah atau bukan,” ujar Ricardo dengan tegas di hadapan para peserta.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi motivasi dan penguatan oleh Roni Sitanggang, S.Fil., Hamma Sitohang, S.Ag., Leonhard Hutagalung, S.S., dan Demaran Sigiro, S.Fil. Para penyuluh mengajak para residen untuk meneguhkan tekad meninggalkan masa lalu dan membuka diri terhadap rahmat pembaruan hidup. Mereka juga mengingatkan bahwa perubahan sejati berawal dari hati yang mau dipulihkan oleh kasih Allah. Di sini diperlukan kerendahan hati untuk berani menerima realitas.
Peserta terlihat antusias mengikuti sesi bimbingan mental ini. Mereka semakin menyadari bahwa diri mereka tetap berharga di mata Tuhan, walaupun saat ini sedang jatuh. Mereka sekarang berkomitmen ingin benar-benar berubah dan menjaga diri agar tidak kembali ke jalan yang salah. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan tidak hanya pulih secara fisik dan mental, tetapi juga mengalami pemulihan spiritual dengan memahami dirinya sebagai Imago Dei (Gambaran Tuhan).

