Penyuluh Agama Katolik Gerakkan Simulasi Sinode: Pengurus Lingkungan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Siap Jalankan Misi “Berjalan Bersama”

Medan (Humas) Aula Heribertus Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat, Medan, menjadi pusat kegiatan pembinaan umat ketika puluhan pengurus lingkungan berkumpul untuk mendalami semangat sinode Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan, Rabu (11/02/2026). Beralamat di Jalan Flamboyan Raya No. 139, kegiatan ini menghadirkan dua Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan,

Hamma Sitohang, S.Ag., dan Marulam Nainggolan, S.S., yang memandu proses pendalaman tema “berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan”. Sebanyak 88 peserta dari gereja induk dan stasi terlibat aktif dalam seluruh rangkaian acara.


Dalam pemaparan awal, Hamma Sitohang selaku Ketua Sinode Paroki memberikan orientasi tentang makna sinode sebagai perjalanan bersama umat. Ia menekankan pentingnya sikap mendengarkan dan menyerap pengalaman iman umat secara jujur. “Fasilitator bukan hakim, tetapi pendamping yang menuntun umat menemukan suara Roh dalam pengalaman mereka sendiri,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa notulis memegang peranan sentral sebagai pencatat dinamika yang kelak menjadi bahan refleksi gereja.


Melanjutkan sesi tersebut, Marulam Nainggolan memberikan bimbingan teknis mengenai sepuluh tema strategis yang menjadi fokus sinode tahun ini. Ia mendorong setiap kelompok untuk mengembangkan kreativitas dalam tata ibadat sesuai konteks pembahasan. “Kami memberi ruang bagi umat untuk mengekspresikan pengalaman iman secara bebas dan kreatif agar hasil pendalaman benar-benar mencerminkan kehidupan gereja saat ini,” tuturnya. Peserta tampak antusias mengikuti arahan dan berdiskusi dalam dinamika kelompok yang telah disusun.


Pastor Aaron Waruwu, OSC., yang hadir memberikan dukungan penuh, menyampaikan apresiasinya atas keseriusan para peserta dalam mengikuti simulasi. Ia menekankan pentingnya kemandirian umat setelah pelatihan ini. “Saya berharap para pengurus mampu memimpin sinode di lingkungannya masing-masing sebagai wujud kedewasaan beriman dan pelayanan,” ujar Pastor Aaron. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun gereja yang hidup.


Menjelang penutupan, Panitia Sinode Paroki menyampaikan pesan agar para fasilitator terus mempersiapkan diri, termasuk menghadirkan suasana doa dalam setiap proses diskusi. Panitia juga membuka kemungkinan kerja sama antarl ingkungan agar pelaksanaan sinode berjalan lancar dan saling mendukung. Kegiatan ditutup dalam suasana akrab dan penuh persaudaraan, menandai kesiapan para pengurus lingkungan untuk mewartakan semangat sinode di wilayah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *