Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kota Medan melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komputer Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Jumat (05/12/2025). Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dan berlangsung di dua ruangan berbeda yang saling bersebelahan dalam satu fakultas. Penyuluhan ini dibawakan oleh dua penyuluh, yakni Hamma Sitohang, S.S., dan Demaran Sigiro, S.Fil., dengan materi utama bertema “Manajemen Waktu”.
Dalam penyuluhannya, Hamma Sitohang menekankan bahwa manajemen waktu merupakan kunci utama keberhasilan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan dan aktivitas lainnya. “Manajemen waktu membantu mahasiswa menjadi lebih efektif, produktif, serta terhindar dari stres akibat tugas yang menumpuk dan kebiasaan menunda,” ujar Hamma. Ia juga menjelaskan bahwa dengan pengelolaan waktu yang baik, mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan diri melalui kegiatan organisasi, magang, maupun pelayanan.

Sementara itu, Demaran Sigiro membahas manajemen waktu dari sudut pandang filosofis dan iman Kristiani. Ia menjelaskan bahwa waktu adalah anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan secara bijaksana. “Waktu bukan hanya untuk diisi, tetapi dimaknai. Dalam iman Kristen, kita diajak untuk mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya sebagaimana tertulis dalam Efesus 5:16,” tutur Demaran. Ia juga mengangkat kisah tokoh dunia seperti Benjamin Franklin yang berhasil meraih kesuksesan melalui disiplin pengelolaan waktu.
Tak hanya teori, penyuluhan ini juga menghadirkan contoh nyata dari lingkungan kampus sendiri. Salah satu kisah inspiratif mahasiswa UNIKA bernama Maria yang mampu membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan pekerjaan paruh waktu menjadi bukti bahwa manajemen waktu yang baik sangat menentukan keberhasilan akademik. Dengan menerapkan Matriks Eisenhower dan Teknik Pomodoro, Maria berhasil lulus dengan predikat cum laude tanpa meninggalkan aktivitas organisasinya.
Kegiatan penyuluhan ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari pihak kampus maupun mahasiswa. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya mahasiswa yang aktif bertanya dan menjawab selama sesi berlangsung. Pihak universitas berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan sehari-hari.

