Penyuluh Agama Katolik Medan Gelar Podcast “Gema Pelayanan” Angkat Peran GAK Menuju Indonesia Emas 2045

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kota Medan mengadakan podcast inspiratif bertajuk “Guru Hebat, Indonesia Kuat” melalui program Gema Pelayanan, yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Jl. Sei Batugingging No. 12 Medan Baru, Jumat (21/11/2025) pukul 10.00 WIB. Podcast berdurasi 30 menit ini menghadirkan dua narasumber, yakni Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kota Medan, Dr. Dewi Sartika Simbolon, M.Pd., serta Lidya Pinem, S.Pd., Pengawas Guru Agama Katolik Kota Medan. Acara dipandu oleh Penyuluh Agama Katolik Kota Medan, Hamma Sitohang, S.Ag.

Pada sesi pembukaan, Host menegaskan pentingnya kiprah Guru Agama Katolik (GAK) dalam pembangunan karakter bangsa. “Hari ini kita membahas peran GAK sebagai pilar rohani bangsa,” ujar Hamma. Narasumber pertama, Dewi, menyampaikan kegembiraannya dapat berbagi pemikiran. “Puji Tuhan, senang bisa hadir dan berbagi di ruang pelayanan ini,” tuturnya. Sementara itu, Lidya menambahkan pesan singkat penuh harapan. “Semoga diskusi ini membawa berkat bagi kita semua,” katanya.

Memasuki pembahasan inti, Dewi menekankan bahwa Guru Agama Katolik hebat adalah figur yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga menghadirkan keteladanan hidup. “Guru hebat adalah yang berani keluar dari zona nyaman dan mengajarkan iman yang relevan,” ungkapnya. Menyoroti tantangan dunia digital, Lidya Pinem memaparkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang menyentuh pengalaman pribadi siswa. “Pelajaran agama harus menjadi pengalaman spiritual, bukan sekadar teori,” jelasnya.

Pembahasan berlanjut pada relevansi nilai iman dan kebangsaan dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045. Lidya menjelaskan bahwa nilai Kristiani memiliki irisan kuat dengan Pancasila yang diajarkan melalui proyek P5. “Kasih universal adalah kontribusi utama GAK bagi persatuan bangsa,” ujarnya. Dewi menambahkan pentingnya peran Jaringan Kerja Guru Agama Katolik (JKGAK) dalam mengembangkan praktik pendidikan iman yang inklusif. “Iman harus mengakar pada budaya lokal agar dekat dan membumi,” tegasnya.

Menjelang akhir diskusi, kedua narasumber menyampaikan pesan khusus memperingati Hari Guru Nasional. Dewi mengajak seluruh GAK untuk terus meningkatkan kualitas diri. “Jangan puas dengan metode lama; jadilah saksi Kristus yang profesional,” serunya. Sementara itu, Lidya berharap sinergi antara pemerintah, gereja, dan orang tua dapat semakin diperkuat. “Kekuatan Indonesia berawal dari kolaborasi sekolah, gereja, dan keluarga,” ungkapnya.

Podcast ditutup dengan ajakan dari Host agar seluruh Guru Agama Katolik terus memperbarui komitmen dan semangat pelayanan mereka. “Mari kita wujudkan Guru Hebat, Indonesia Kuat demi generasi berkarakter mulia,” pungkas Hamma. Suasana hangat yang tercipta di akhir acara menegaskan kembali tekad bersama untuk membangun bangsa melalui pendidikan iman yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *