Medan (Humas) — Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Katolik Kota Medan menyelenggarakan kegiatan Rekoleksi dengan tema “Goal Setting – Merancang Masa Depanku, Berani Berubah” bagi siswa-siswi beragama Katolik di SMA Negeri 15 Medan, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini mendapat sambutan antusias dari para peserta dan guru pendamping.
Rekoleksi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran para siswa akan pentingnya memiliki visi hidup yang jelas, serta keberanian untuk melakukan perubahan positif dalam merencanakan masa depan. Penyuluh Agama Katolik Kota Medan, Hamma Sitohang, S.Ag., menjelaskan bahwa rekoleksi menjadi sarana refleksi diri bagi para siswa dalam mengenali potensi yang dimiliki serta menyusun langkah hidup yang terarah.
“Melalui rekoleksi ini, kami ingin mengajak para siswa untuk berani mengenal diri, menemukan potensi, dan mulai merancang masa depan dengan tujuan yang jelas serta dilandasi nilai-nilai iman,” ujar Hamma Sitohang.
Pada kesempatan yang sama, Marulam Nainggolan, S.S., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak SMA Negeri 15 Medan atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa sinergi antara penyuluh agama dan pihak sekolah sangat penting dalam pembinaan iman dan karakter peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMA Negeri 15 Medan yang telah membuka ruang bagi kami untuk mendampingi siswa. Dukungan sekolah sangat berarti dalam upaya pembinaan iman dan pembentukan karakter generasi muda,” ungkap Marulam.
Rangkaian kegiatan rekoleksi diawali dengan ibadat sabda yang diambil dari Injil Lukas 19:11–27 tentang perumpamaan uang mina. Dalam renungannya, Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., mengajak para peserta untuk tidak menyia-nyiakan talenta yang telah dianugerahkan Tuhan, melainkan mengembangkannya secara bertanggung jawab demi masa depan yang lebih baik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dinamika kelompok yang dipandu oleh Ricardo Simamora, S.Ag. Melalui berbagai permainan edukatif, peserta diajak memahami pesan Injil secara kontekstual. Permainan “berjalan tanpa arah” menyadarkan peserta akan pentingnya tujuan hidup, sementara permainan “mind map” membantu siswa merancang masa depan secara terencana dan sistematis.
Pada sesi peneguhan di akhir kegiatan, Zetra Hail Saragih, S.Fil., berharap nilai-nilai yang diperoleh selama rekoleksi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Bekal iman, tujuan hidup yang jelas, serta keberanian untuk berubah diharapkan mampu menuntun para siswa dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, para guru dan siswa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rekoleksi ini serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan iman peserta didik.

