Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan turut ambil bagian secara aktif dalam Tim Sinodal Paroki pada pelaksanaan Sinode VII Keuskupan Agung Medan (KAM) tahun 2026–2027. Keterlibatan ini menjadi wujud nyata komitmen penyuluh agama Katolik dalam mendukung proses sinodal Gereja yang mengedepankan semangat berjalan bersama, mendengarkan, dan mewartakan.
Sinode VII KAM secara resmi dibuka oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap., pada Jumat, 9 Januari 2026, di Gereja Katedral Medan. Sinode ini mengusung fokus pastoral “Gereja Keuskupan Agung Medan berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan,” yang menjadi arah bersama seluruh umat Allah di Keuskupan Agung Medan, termasuk para penyuluh agama Katolik.

Menindaklanjuti pembukaan sinode di tingkat keuskupan, pada tingkat paroki dilaksanakan pembukaan sinode serta pelantikan Tim Sinodal Paroki secara serentak pada Minggu, 11 Januari 2026, di seluruh paroki wilayah Keuskupan Agung Medan. Dalam momentum tersebut, sejumlah penyuluh agama Katolik dipercaya untuk terlibat langsung sebagai anggota maupun pengurus Tim Sinodal Paroki.
Beberapa penyuluh agama Katolik yang terlibat antara lain Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., sebagai anggota Tim Sinodal Paroki Santo Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan; Zetra Hail Saragih, S.Fil., dan Hekdi Sinaga, S.Fil., sebagai anggota Tim Sinodal Paroki Katedral Medan; Hamma Sitohang, S.Ag., dan Marulam Nainggolan, S.S., masing-masing sebagai ketua dan sekretaris Tim Sinodal Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat Medan; serta Ricardo Simamora, S.Ag., sebagai anggota Tim Sinodal Paroki Santo Paulus Pasar Merah Medan.

Salah seorang penyuluh agama Katolik yang terlibat, Marulam Nainggolan menyampaikan bahwa keikutsertaan penyuluh dalam Tim Sinodal merupakan panggilan pelayanan yang sejalan dengan tugas penyuluhan. “Bagi kami para penyuluh agama Katolik, keterlibatan dalam Tim Sinodal Paroki adalah kesempatan untuk ikut mendengarkan suara umat, meneguhkan iman, dan bersama-sama merumuskan langkah pastoral Gereja ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Pinta Pandiangan, S.Sos., MSP., mengapresiasi peran aktif para penyuluh agama Katolik dalam proses sinodal di tingkat paroki. Ia menegaskan bahwa keterlibatan tersebut mencerminkan layanan keagamaan yang berdampak. “Kehadiran penyuluh agama Katolik dalam Tim Sinodal Paroki merupakan bentuk sinergi antara tugas penyuluhan dan pelayanan Gereja. Hal ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama RI, yaitu layanan keagamaan yang berdampak bagi umat dan masyarakat,” tegasnya.

