Penyuluh Agama Katolik Siarkan Makna Teologis Prapaskah di Radio Maria Medan

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan menggelar siaran rohani bertajuk Makna Teologis Masa Prapaskah: Jalan Pertobatan dan Pembaruan Hidup di Radio Maria Medan, yang berlangsung di Catholic Centre Building Lantai 5, Jalan Mataram No. 21, Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (19/02/2026). Kegiatan ini menghadirkan Host Ricardo Simamora, S.Ag., bersama dua narasumber, Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., dan Demaran Sigiro, S.Fil., yang membahas secara mendalam makna spiritual Prapaskah dalam terang Kitab Suci.

Dalam pengantarnya, Ricardo Simamora, S.Ag., menegaskan bahwa Prapaskah merupakan momentum rahmat bagi umat beriman. “Prapaskah adalah kesempatan bagi kita untuk masuk dalam keheningan rohani, memperbaiki relasi dengan Tuhan, dan menata kembali arah hidup sesuai Injil,” ujarnya. Ia menekankan bahwa masa 40 hari ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan perjalanan iman yang harus dijalani dengan kesungguhan hati melalui doa, puasa, dan karya kasih.

Sementara itu, Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., menjelaskan bahwa dasar biblis Prapaskah berakar kuat pada peristiwa 40 hari Yesus berpuasa di padang gurun sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 4:1–11, Markus 1:12–13, dan Lukas 4:1–13. Sebelum memulai karya keselamatan-Nya, Yesus terlebih dahulu berpuasa, menghadapi pencobaan, dan menegaskan ketaatan-Nya kepada Bapa. “Padang gurun Prapaskah bukan tempat hukuman, melainkan tempat pembentukan, di mana Allah memurnikan hati dan menguatkan iman kita,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kemenangan atas dosa dimulai dari penguasaan diri dan kedalaman relasi dengan Allah.

Lebih lanjut, Demaran Sigiro, S.Fil., menyoroti bahwa seruan Yesus, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk 1:15), menjadi inti dari perjalanan Prapaskah. Menurutnya, dinamika Prapaskah selalu bergerak dari dosa menuju rahmat, dari kelemahan menuju kekuatan, serta dari salib menuju kebangkitan. “Setiap proses pertobatan pasti menuntun pada pembaruan; bersama Kristus, salib yang kita pikul akan berakhir pada kebangkitan dan kemenangan kasih,” ungkapnya.

Melalui siaran rohani ini, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan berharap umat semakin memahami bahwa Prapaskah adalah proses pembebasan, pembentukan, dan pembaruan hidup. Sebagaimana Allah membebaskan umat-Nya dari perbudakan dan membentuk mereka di padang gurun sebelum memasuki Tanah Terjanji, demikian pula umat diajak menjalani masa ini dengan harapan. Prapaskah bukan berakhir pada kesedihan, melainkan bermuara pada sukacita kebangkitan dan kemenangan kasih Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *