Penyuluh Agama Kemenag Medan Berikan Bimbingan Rohani kepada Pasien RS USU

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan bimbingan rohani bagi pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (10/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan mental dan spiritual yang rutin dilaksanakan untuk mendampingi masyarakat yang sedang menjalani perawatan kesehatan.
Pelayanan bimbingan rohani dilakukan melalui doa, motivasi, serta komunikasi yang menenangkan bagi pasien maupun keluarga.

Penyuluh berupaya memberikan dukungan moral agar pasien dapat menghadapi masa perawatan dengan lebih tenang dan termotivasi.
Penyuluh Agama Islam yang hadir dalam kegiatan ini adalah Agus Melan, S.Sos.I, Nurbaiti Lubis, Fauzani Masruri, Lita Maisyaroh, dan Suriadi. Mereka menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian Kemenag Kota Medan terhadap masyarakat yang sedang mengalami ujian kesehatan.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan pendampingan rohani kepada para pasien. Harapannya, mereka merasa lebih tenang, lebih kuat, dan tetap bersemangat menjalani proses pemulihan,” ujar Agus Melan.

Selain penyuluh agama Islam, program ini juga melibatkan penyuluh dari berbagai agama lainnya agar pendampingan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan dan keyakinan pasien. Melalui pendekatan ini, penyuluh tidak hanya memberikan bimbingan, tetapi juga mendengarkan cerita, keluhan, dan harapan dari pasien maupun keluarga sebagai bagian dari proses penguatan mental.

Pihak RS USU memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai membantu memperbaiki kondisi psikologis pasien dan mempercepat proses pemulihan melalui pendekatan spiritual.

Kegiatan bimbingan rohani ini juga menjadi wadah bagi para penyuluh untuk memperluas jangkauan pelayanan dan memperdalam komunikasi dengan masyarakat. Melalui interaksi langsung, penyuluh dapat memahami kondisi emosional, kebutuhan spiritual, serta tantangan yang dihadapi oleh pasien dan keluarga selama masa perawatan. Hal ini menjadi dasar bagi penyuluh untuk memberikan pendampingan yang lebih terarah dan efektif.

Selain memberikan bimbingan, para penyuluh turut menyampaikan pesan-pesan motivasi agar pasien tetap optimis dalam menjalani proses pengobatan. Pendampingan spiritual ini juga membantu keluarga pasien untuk lebih kuat dalam memberikan dukungan moral. Banyak keluarga merasa terbantu dengan hadirnya penyuluh yang mendengarkan keluh kesah mereka dengan penuh empati.

Kegiatan rutin ini menjadi bukti nyata bahwa pendampingan spiritual berperan penting dalam proses penyembuhan pasien. Dengan pendekatan yang lebih humanis, penyuluh agama mampu menghadirkan suasana yang menenangkan dan memberi harapan baru bagi pasien yang sedang berjuang memulihkan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Medan berharap kolaborasi dengan RS USU dapat terus diperkuat sehingga pelayanan pendampingan spiritual semakin optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalani perawatan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *