Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan turut ambil bagian dalam kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Nusantara bersama Majelis Taklim Al-Munawwarah di Masjid Jamiatul Khairiyah, Jalan Pasar 1 Tengah, Kecamatan Medan Marelan. (11/3). Kegiatan ini dirangkai dengan sholat taubat berjamaah, dzikir, dan tausiyah yang diikuti oleh jamaah majelis taklim serta masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh para penyuluh agama kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, khususnya dalam memaknai turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, yakni M. Iqbal, S.Ag., M.H., H. Syarifuddin Pasaribu, S.Sos.I., M.I.Kom., Herian Sani, S.H., M.H., Mahmud Hasan Nasution, S.Th.I., M.Ag., Naziah Masruroh Sagala, S.H.I., M.Ag., Mahmud Al-Kautsar Pulungan, S.Pd.I., M.Psi., Wan Nurainun, S.Ag., serta Leonhard Hutagalung, S.Th.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat taubat berjamaah yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Setelah itu, jamaah bersama para penyuluh melanjutkan dengan dzikir dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, M. Iqbal dalam arahannya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an hendaknya tidak hanya dipahami sebagai seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat hubungan umat Islam dengan Al-Qur’an.
“Turunnya Al-Qur’an adalah rahmat besar bagi umat manusia. Oleh karena itu, kita harus menjadikannya sebagai pedoman hidup, tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Iqbal juga mengajak jamaah untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Sementara itu, H. Syarifuddin Pasaribu dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk memperbanyak ibadah serta melakukan muhasabah diri selama bulan Ramadan. Menurutnya, Ramadan merupakan waktu terbaik bagi setiap Muslim untuk meningkatkan keimanan dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
“Melalui kegiatan dzikir, taubat, dan peringatan Nuzulul Qur’an ini kita diingatkan untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, serta menumbuhkan sikap saling memaafkan dan mempererat silaturahmi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa peran majelis taklim dan kegiatan keagamaan di masjid sangat penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan hingga akhir acara. Para jamaah yang hadir berharap kegiatan pembinaan keagamaan yang melibatkan para penyuluh agama ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan pemahaman ajaran Islam, serta mempererat silaturahmi antar sesama umat Islam di tengah masyarakat.

