Penyuluh Agama Kristen Ajak Warga Binaan Memulai Perubahan Besar dari Langkah Kecil

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan pelayanan rohani bagi warga binaan di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), Jalan Tanjung Morawa Km 10.5, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (5/12/2025). Kegiatan yang mengangkat tema “Belajar dari Hal Kecil” ini menggunakan pendekatan ekoteologi, yaitu cara melihat kehidupan dan perubahan diri melalui proses pertumbuhan bertahap sebagaimana alam tumbuh sedikit demi sedikit.

Pelayanan rohani ini diarahkan pada penguatan iman, pembinaan moral, serta peningkatan kesejahteraan spiritual warga binaan. Melalui pendekatan ekoteologis, para penyuluh mengajak peserta merenungkan perjalanan hidup mereka seperti benih yang memerlukan perawatan, kesabaran, dan cahaya pengharapan. Para binaan didorong membangun sikap positif, menyadari potensi diri, serta memperbarui perilaku berdasarkan nilai-nilai kekristenan.

Hernawati Ginting, S.Th., yang memimpin kegiatan bersama enam anggota tim, menyampaikan firman Tuhan dari Matius 13:31–32 tentang perumpamaan biji sesawi. Ia menegaskan bahwa perubahan besar sering berawal dari hal kecil yang dilakukan dengan ketekunan.

“Firman Tuhan hari ini mengajak kita memahami bahwa setiap langkah kecil yang kita buat memiliki nilai. Tuhan tidak menuntut kita langsung sempurna, tetapi mengharapkan kita mau bertumbuh,” ujar Hernawati. Ia juga menambahkan motivasi kepada para binaan, “Seperti benih yang memerlukan tanah subur dan perawatan, kehidupan kita pun membutuhkan komitmen dan disiplin. Jika saudara-saudara merawat hati dan pikiran dengan hal yang baik, maka perubahan itu pasti terjadi.”

Dalam sesi refleksi, para penyuluh juga mengajak binaan untuk mengingat kembali perjalanan hidup mereka dan melihat kemungkinan besar yang bisa dicapai bila mereka memulai dari tindakan sederhana. Pesan ini menjadi penguatan bagi mereka untuk tidak menyerah terhadap keadaan.

“Kita ingin para binaan menyadari bahwa mereka bukan orang gagal. Mereka hanyalah orang yang sedang dalam proses pemulihan. Perubahan itu ada, selama ada kemauan,” tambah Hernawati dalam pesannya kepada seluruh peserta.

Usai penyampaian firman, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama serta dialog singkat bersama perwakilan Poldasu. Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini yang dinilai mampu membangkitkan motivasi warga binaan, memperbaiki karakter, dan menata kembali pola pikir mereka. Pendekatan pertumbuhan bertahap dinilai relevan dan mudah dipahami oleh para peserta.

Melalui program ini, Penyuluh Agama Kristen Kota Medan berharap warga binaan dapat meninggalkan masa lalu dan bangkit dengan harapan baru, layaknya tanah yang kembali subur setelah dirawat. Kegiatan ini semakin memperkuat sinergi antara tim penyuluh dan kepolisian, sehingga proses pembinaan berlangsung lebih optimal. Dukungan rohani dan emosional yang diberikan diyakini menjadi energi positif bagi warga binaan untuk menata hidup, memperbaiki diri, dan memberi dampak baik bagi lingkungan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *