Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan menghadiri rangkaian Safari Natal Pemerintah Kota Medan Tahun 2025 yang digelar di Gereja HKBP Sei Agul, Jalan Gereja, Kecamatan Medan Barat, Minggu (9/11). Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen perayaan keagamaan, tetapi juga ruang strategis bagi para penyuluh dalam memperkuat peran pembinaan, pendampingan rohani, serta membangun komunikasi langsung dengan jemaat di wilayah binaan.
Hadir mewakili Kementerian Agama Kota Medan, Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Medan Barat, Remulus Situmorang, S.Th, bersama perwakilan KUA Medan Barat, Daminta Berutu, S.Th. Kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen Kemenag Kota Medan dalam memastikan pelayanan keagamaan berjalan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama pada momentum besar keagamaan seperti Safari Natal.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi penyuluh untuk melihat secara langsung dinamika jemaat, memahami kondisi pelayanan gereja, serta memperkuat jejaring komunikasi dengan para pendeta, tokoh gereja, maupun masyarakat. Selain bertemu dan berinteraksi dengan jemaat, penyuluh memanfaatkan momen ini untuk memperdalam pemetaan kebutuhan pembinaan, mulai dari penguatan iman, masalah sosial keagamaan, hingga tantangan kehidupan berjemaat di tingkat kecamatan.
Setelah mengikuti rangkaian ibadah dan acara, Remulus Situmorang menegaskan bahwa kehadiran penyuluh bukan sekadar menghadiri undangan seremonial, tetapi merupakan bagian integral dari tugas pelayanan dan pendampingan umat. “Kami hadir untuk menyapa umat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan memastikan bahwa pelayanan keagamaan terus berjalan dengan baik. Momen seperti ini sangat penting untuk memperkuat kedekatan antara penyuluh dan jemaat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan Safari Natal memberikan ruang dialog terbuka bagi semua unsur, mulai dari jemaat, tokoh gereja, pemerintah, hingga lembaga keagamaan. Sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, Remulus menilai momen seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dua arah antara penyuluh dan umat. “Setiap pertemuan seperti ini memberi kami banyak masukan tentang kondisi umat dan apa yang perlu ditingkatkan dalam pelayanan,” kata Remulus.
Remulus menegaskan bahwa penyuluh Kemenag Medan akan terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan pembinaan dan keagamaan. Ia menilai bahwa keterlibatan aktif penyuluh dalam kegiatan-kegiatan seperti Safari Natal menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendampingi kehidupan umat beragama. “Kami ingin memastikan bahwa umat merasa didampingi. Kemenag tidak hanya hadir saat ada program, tetapi selalu ada bersama masyarakat,” tutupnya.

