Penyuluh Agama Kristen Medan Bangkitkan Semangat Lansia Melalui Renungan Matius 14

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan kembali menunjukkan komitmen kuat dalam pelayanan rohaninya kepada para lansia di Yayasan Guna Budi Bakti (Panti Jompo), Jl. Kl. Yos Sudarso KM. 16 No. 14, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (26/11/2025). Pelayanan ini rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk memastikan para lanjut usia tetap memperoleh penguatan spiritual, penghiburan, dan dukungan emosional meski berada jauh dari keluarga.

Suasana ibadah berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Maruli Siburian, S.Th, yang hadir sebagai pengkhotbah bersama dua penyuluh agama Kristen lainnya, menyampaikan firman Tuhan yang diambil dari Matius 14:23–32. Ia mengangkat kisah Petrus yang berjalan di tengah badai sebagai gambaran iman yang tetap teguh meski menghadapi situasi sulit.

“Sering kali kita seperti Petrus—melihat badai lebih besar dari kuasa Tuhan. Tetapi Yesus tidak pernah melepaskan tangan kita. Ia selalu lebih dekat dari yang kita bayangkan,” ujar Maruli dalam penyampaian khotbahnya. Ia juga menekankan bahwa iman tidak ditentukan oleh besar-kecilnya masalah, melainkan oleh seberapa kuat kita berpegang pada Tuhan.

Lebih jauh, Maruli mengingatkan para lansia bahwa perjalanan hidup yang panjang bukan berarti tanpa penghiburan ilahi. “Bapak dan Ibu mungkin sudah melewati banyak kesulitan, tetapi Tuhan tetap memegang tangan kita. Usia boleh menua, tetapi kasih-Nya tidak pernah berkurang,” tambahnya dengan suara lembut yang membuat beberapa lansia tampak terharu.

Penguatan tersebut membuat suasana ibadah semakin syahdu. Para penghuni panti tampak mengikuti ibadah dengan penuh perhatian. Beberapa di antara mereka bahkan menyampaikan rasa syukur atas pelayanan yang terus diberikan. “Pelayanan seperti ini membuat kami merasa dihargai dan tidak sendirian,” ungkap salah seorang lansia dengan mata berkaca-kaca.

Setelah khotbah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh para penyuluh. Ruangan dipenuhi suasana hening, damai, dan khusyuk ketika doa-doa dipanjatkan bagi kesehatan, kekuatan, dan ketenangan batin seluruh penghuni panti. Doa bersama ini menjadi momen yang menyentuh karena mencerminkan kasih dan kepedulian yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh sisi spiritual.

Pihak Yayasan Guna Budi Bakti turut memberikan apresiasi atas pelayanan yang terus dilakukan oleh penyuluh agama. “Kami sangat berterima kasih karena para penyuluh selalu hadir dengan ketulusan. Renungan seperti ini sangat berarti bagi para lansia, karena membantu menjaga semangat hidup mereka,” ujar salah satu pengurus yayasan. Ia menambahkan bahwa dukungan spiritual sangat berperan dalam menjaga kesehatan mental para penghuni panti.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan penghargaan atas momen pelayanan tersebut. Pelayanan rohani seperti ini diharapkan terus berlanjut untuk memberi kehangatan rohani bagi para lansia, menjadi sumber pengharapan, serta meneguhkan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa memegang tangan mereka dalam setiap langkah kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *