Medan (Humas) Penyuluh Agama dari KUA Kecamatan Medan Sunggal melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan di pusat rehabilitasi NAPZA Kiki Alam Jaya yang beralamat di Jalan Seroja Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kota Medan, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi para peserta rehabilitasi agar memiliki kekuatan iman dalam proses pemulihan dari ketergantungan narkotika.
Adapun penyuluh agama yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Paidi, S.Ag selaku penyuluh agama Islam, serta Sindar Purba, S.Th., M.Pd dan Grames Lumban Tobing, S.Th., M.Pd.K yang merupakan penyuluh agama Kristen. Kehadiran para penyuluh dari dua agama ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam memberikan pembinaan rohani kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang keyakinan.
Dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan tersebut, kegiatan didampingi oleh Manajer Rehabilitasi Kiki Alam Jaya, Edi A. Ginting. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para penyuluh agama yang secara konsisten menjalin kerja sama dengan pihak rehabilitasi dalam memberikan pembinaan rohani kepada para peserta rehabilitasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada para penyuluh agama yang terus konsisten memberikan pembinaan rohani di tempat ini. Kehadiran mereka sangat membantu dalam membangun generasi yang sehat, baik secara jasmani maupun rohani, sehingga para peserta rehabilitasi memiliki semangat baru untuk berubah menjadi lebih baik,” ujar Edi A. Ginting.
Dalam kegiatan tersebut, bimbingan keagamaan dilaksanakan di dua tempat yang terpisah sesuai dengan agama masing-masing peserta rehabilitasi. Untuk peserta beragama Islam, bimbingan disampaikan oleh Paidi, S.Ag yang memberikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat merusak diri, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Dalam penyampaiannya, Paidi menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, menjaga diri merupakan kewajiban setiap muslim. “Dalam Islam, menjaga kesehatan dan keselamatan diri adalah bagian dari ibadah. Menggunakan narkoba termasuk perbuatan yang dilarang karena dapat merusak tubuh dan jiwa. Allah melarang umat-Nya untuk menganiaya diri sendiri atau menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan,” ungkapnya Paidi dalam tausiyah tersebut.
Sementara itu, bagi peserta yang beragama Kristen, bimbingan rohani dipandu oleh Sindar Purba dan Grames Lumban Tobing, Dalam pembinaan tersebut mereka mengajak para peserta untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat iman, serta membangun komitmen hidup yang lebih baik setelah menjalani proses rehabilitasi.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kekhusyukan dan kehangatan. Para peserta rehabilitasi mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, bahkan sebagian di antaranya terlihat terharu saat sesi doa dan muhasabah dilaksanakan. Momen refleksi diri tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyadari kesalahan masa lalu serta membangun tekad untuk berubah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan muhasabah agar para peserta rehabilitasi diberikan kekuatan hati, keteguhan iman, serta kemudahan dalam menjalani proses pemulihan. Harapannya, melalui pembinaan spiritual yang berkelanjutan, mereka dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, sehat, dan bermanfaat.
Kegiatan bimbingan keagamaan yang dilaksanakan oleh penyuluh agama KUA Medan Sunggal di Rehabilitasi NAPZA Kiki Alam Jaya menjadi salah satu bentuk nyata peran penyuluh agama dalam membina masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menjalani proses pemulihan dari penyalahgunaan narkoba. Melalui pendekatan spiritual dan pembinaan keimanan, diharapkan para peserta rehabilitasi mampu menemukan kembali jati diri mereka, memperbaiki kehidupan, serta kembali menjalani kehidupan yang lebih sehat, bermakna, dan diridhai oleh Tuhan Yang Maha Esa.(Paidi).

