Penyuluh Agama Medan Baru Hadiri Kegiatan Ngaji Seni Budaya Islam 2025

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Syahmuda Nasution, S.Ag., menghadiri kegiatan Ngaji Seni Budaya Islam Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan para pelaku, pembina, dan pemerhati seni budaya Islam untuk memperkuat eksistensi serta arah pengembangan seni Islam di tengah dinamika perkembangan zaman.

Acara dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi, S.Ag., MM., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat lembaga seni budaya Islam agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa seni bukan hanya karya estetika, tetapi juga sarana dakwah, pendidikan moral, dan perekat sosial.
“Seni budaya Islam perlu hadir sebagai kekuatan yang mencerahkan. Selain memperindah, seni juga mendidik dan memperkuat hubungan sosial umat,” ujarnya.

Dengan mengusung tema “Penguatan Lembaga Seni Budaya Islam Berdampak”, kegiatan ini bertujuan mendorong pengembangan dan pelestarian seni budaya Islam agar tetap relevan serta mampu menjawab kebutuhan generasi modern. Peserta diajak memperdalam konsep manajemen, penguatan kreativitas, hingga strategi pelestarian seni yang sesuai nilai keislaman.

Dalam sesi diskusi, peserta diperkenalkan pada ragam seni daerah bernuansa Islami yang hidup di tengah masyarakat, mulai dari seni hadrah dan marhaban, kaligrafi nusantara, musik gambus tradisi Melayu, hingga tari-tarian Islami yang menonjolkan nilai akhlak dan sopan santun. Karya-karya tersebut dinilai sebagai bagian dari kekayaan budaya Islam yang harus terus dikembangkan.

Syahmuda Nasution menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi para penyuluh agama dalam memperluas wawasan dakwah. Ia menilai seni budaya Islam merupakan media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai ajaran Islam secara lembut dan mudah diterima masyarakat.
“Seni budaya Islam adalah media dakwah yang indah dan universal. Melalui seni, kita dapat menyampaikan pesan agama dengan cara yang halus dan dekat dengan budaya masyarakat,” ungkapnya.

Kemenag Sumut berharap kegiatan ini mampu menghidupkan kembali geliat seni budaya Islam di berbagai wilayah. Seni budaya Islam diharapkan menjadi identitas yang membumi, moderat, serta adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga mampu menjangkau generasi muda dengan pendekatan yang lebih kreatif dan inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *