Penyuluh Agama Medan Baru Hadirkan Bimbingan Rohani di RSU USU, Teguhkan Ikhtiar “Berobat untuk Sehat”

Medan (Humas) – Kepedulian terhadap kebutuhan spiritual pasien kembali ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Baru, Syahmuda Nasution, S.Ag, melalui kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan (bimbingan rohani) di RSU USU, Jalan dr. Mansyur, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, pada Senin, 9 Februari 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema “Berobat untuk Sehat” ini menekankan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar medis dan ikhtiar spiritual dalam proses penyembuhan. Dalam tausiyahnya, Syahmuda Nasution menyampaikan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berobat ketika sakit, karena setiap penyakit yang Allah turunkan juga disertai dengan obatnya. Namun demikian, usaha lahir tersebut harus diiringi dengan doa, kesabaran, dzikir, serta tawakal agar kesembuhan yang diperoleh menjadi lebih sempurna, baik secara jasmani maupun rohani.

“Berobat adalah bentuk ikhtiar yang diajarkan Rasulullah SAW. Sementara doa dan kesabaran adalah kekuatan batin yang mampu menenangkan hati, menguatkan harapan, serta menghadirkan keberkahan dalam proses kesembuhan,” tutur beliau di hadapan pasien dan keluarga yang mendampingi.

Suasana bimbingan rohani berlangsung khidmat, hangat, dan penuh harapan. Para pasien tampak antusias mengikuti rangkaian doa bersama serta mendengarkan nasihat yang menyejukkan hati. Beberapa keluarga pasien juga mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran penyuluh agama yang memberikan penguatan mental dan spiritual di tengah kondisi sakit yang dihadapi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Medan Baru dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya terbatas di lingkungan masjid atau majelis taklim, tetapi juga menjangkau rumah sakit dan ruang-ruang perawatan, tempat masyarakat sangat membutuhkan sentuhan rohani. Pendampingan spiritual diharapkan mampu menumbuhkan optimisme, ketenangan jiwa, serta semangat untuk sembuh, sehingga upaya medis yang dijalani pasien dapat berjalan lebih baik.

Melalui bimbingan rohani bertema “Berobat untuk Sehat” ini, diharapkan para pasien semakin menyadari bahwa sakit bukan sekadar ujian, tetapi juga sarana penghapus dosa, peningkat derajat, dan jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memadukan ikhtiar pengobatan, kekuatan doa, dan kesabaran, kesembuhan yang diraih diharapkan menjadi kesembuhan yang utuh—sehat raga, tenteram jiwa, dan kuat iman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *