Medan (Humas) — Di tengah meningkatnya musibah dan berbagai bencana yang terjadi akhir-akhir ini, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Baru, Syahmuda, S.Ag, hadir memberikan pencerahan rohani melalui siaran langsung Radio 102.6 FM Aqila Medan. Rabu (10/12/2025). Dengan gaya penyampaian yang lembut, beliau membawakan tema “Hikmah di Balik Bencana”, mengajak masyarakat melihat bahwa setiap ujian yang Allah turunkan memiliki makna dan pelajaran berharga.
Dalam tausiyahnya, Syahmuda menegaskan bahwa bencana tidak hanya dapat dipahami sebagai peristiwa alam, tetapi juga sebagai isyarat ilahi agar manusia kembali pada kesadaran spiritual. “Setiap musibah adalah panggilan Allah agar manusia kembali menyadari kelemahan diri, memperbaiki amal, dan mendekatkan diri kepada-Nya,” ujarnya dalam siaran tersebut.
Ia turut menekankan bahwa musibah sering kali menjadi sarana muhasabah bagi manusia. Menurutnya, bencana mengajarkan setiap orang untuk meninjau ulang perilaku dan memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik. “Musibah mengajarkan kita untuk melihat ke dalam diri, memperbaiki kesalahan, dan menjadi hamba yang lebih baik,” ungkapnya.
Syahmuda juga mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, ujian hidup dapat menjadi sarana penghapus dosa, sekaligus kesempatan untuk meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah jika dihadapi dengan ketabahan. “Cobaan yang Allah berikan dapat menjadi penghapus dosa dan peninggi derajat, asalkan dihadapi dengan sabar dan ikhlas,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa bencana merupakan ujian kesabaran sekaligus penanda kekuatan iman seseorang. Selain itu, ia mengapresiasi solidaritas masyarakat yang selalu muncul ketika musibah melanda. “Di balik setiap bencana ada hikmah yang menumbuhkan solidaritas, kepedulian, dan persaudaraan antar sesama,” katanya.
Menutup siaran, Syahmuda mengajak pendengar untuk terus bersabar, memperkuat iman, dan saling membantu di tengah situasi sulit yang dihadapi bersama. Tausiyah yang disampaikannya mendapat respons hangat dari pendengar Aqila FM, yang menilai pesannya sangat relevan, menenangkan, dan memberi harapan di tengah berbagai ujian yang melanda masyarakat.

