Penyuluh Agama Medan Tembung Ajak Masyarakat Persiapkan Ramadhan Sejak Rajab

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Medan Tembung, Hermansyah, Lc, menyampaikan tausiyah bertema “Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan Sejak Rajab” dalam siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Medan, Kamis (8/1/2026).

Dalam taushiyahnya, Hermansyah menegaskan bahwa bulan Rajab merupakan momentum awal untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan istimewa yang tidak datang secara tiba-tiba, melainkan harus disambut dengan kesiapan iman, ilmu, dan amal.

“Ramadhan bukan tamu dadakan. Ia adalah bulan agung yang harus kita sambut dengan persiapan yang serius, agar ibadah kita tidak sekadar rutinitas, tetapi benar-benar bernilai di sisi Allah,” ujarnya.

Menurut Hermansyah, bulan Rajab menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri secara menyeluruh. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak menunggu Ramadhan untuk berubah, melainkan memulainya sejak sekarang.

“Rajab adalah bulan muhasabah. Di sinilah kita menghitung kembali kualitas shalat kita, memperbaiki hubungan sosial, dan menumbuhkan kembali kedekatan dengan Al-Qur’an. Inilah yang dicontohkan para ulama terdahulu,” katanya.

Ia menyampaikan setidaknya ada tiga bekal penting yang perlu disiapkan sejak Rajab. Pertama, bekal ilmu melalui pemahaman fiqih ibadah. Kedua, bekal mental dan hati dengan melatih kesabaran serta menjaga lisan. Ketiga, bekal fisik dengan membiasakan pola hidup sehat dan menghidupkan puasa sunnah.

“Ilmu akan menuntun ibadah kita agar benar, hati yang bersih akan membuat ibadah terasa ringan, dan fisik yang sehat akan membantu kita maksimal menjalani Ramadhan,” jelasnya.

Hermansyah juga menekankan bahwa persiapan Ramadhan tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sosial. Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

“Ramadhan adalah bulan kebersamaan. Maka sejak Rajab, mari kita belajar memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan empati kepada saudara-saudara kita,” tuturnya.

Menutup taushiyah, Hermansyah mengajak seluruh pendengar untuk memperbanyak doa agar dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan iman yang lebih baik.

“Selama Allah masih memberi kita umur, selalu ada kesempatan untuk berubah. Jangan tunda kebaikan, mulailah dari Rajab ini,” pungkasnya.

Siaran taushiyah ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan RRI Medan yang disiarkan setiap sore hari menjelang maghrib, sebagai upaya memberikan pencerahan dan motivasi spiritual kepada masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *