Medan (Humas) – Penyuluh Agama Buddha pada Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Medan melaksanakan pendampingan lapangan untuk tim enumerator Survei Literasi Kitab Suci Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (14/11) di tiga vihara yang menjadi lokasi pelaksanaan survei di Kecamatan Medan Polonia. Pendampingan ini merupakan bagian dari program strategis nasional Kementerian Agama Republik Indonesia.
Survei Literasi Kitab Suci merupakan program yang diinisiasi oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Kemenag RI. Program ini bertujuan mengukur skor Indeks Literasi Kitab Suci per agama secara nasional. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi kitab suci serta mendukung pencapaian indikator kinerja pada Rencana Strategis (Renstra) Kemenag.
Keterlibatan penyuluh agama Buddha dalam kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kemenag RI. Para penyuluh diminta untuk memberikan pendampingan langsung kepada enumerator agar proses pengumpulan data berjalan lancar, tertib, dan sesuai standar survei nasional.
Sebagai bentuk dukungan, Plt. Penyelenggara Buddha Kankemenag Kota Medan telah mengeluarkan surat pengantar resmi yang ditujukan kepada ketua yayasan dan pengurus vihara yang menjadi lokasi survei. Surat tersebut memastikan fasilitasi dan dukungan penuh bagi kelancaran pelaksanaan proses enumerasi di lapangan.
Plt. Penyelenggara Buddha Kankemenag Kota Medan, Darsono, S.Ag., M.Si., menegaskan pentingnya pelaksanaan survei ini bagi pengembangan kebijakan nasional. Sebelum memberikan pernyataannya, ia menekankan bahwa program ini memiliki dampak strategis bagi peningkatan kualitas data literasi keagamaan. “Kami mendukung penuh program strategis nasional dari BMBPSDM dan arahan Ditjen Bimas Buddha ini,” ujar Darsono.
Ia menambahkan bahwa pendampingan penyuluh memiliki peran penting dalam kelancaran pengumpulan data di lapangan. Darsono juga menegaskan bahwa sinergi antara penyuluh, enumerator, dan pihak vihara menjadi kunci keberhasilan kegiatan. “Pendampingan oleh Penyuluh Agama Buddha kami bertujuan untuk memastikan kelancaran proses survei di lapangan. Kami berterima kasih kepada para pengurus vihara dan yayasan di Kota Medan yang telah kooperatif dan bersedia berpartisipasi dalam pengumpulan data penting ini,” tambahnya.
Pelaksanaan Survei Literasi Kitab Suci 2025 di Kecamatan Medan Polonia berlangsung di tiga vihara, yaitu Vihara Bodhi Gaya, Vihara Loka Shanti, dan Vihara Adi Dharma Santi. Survei ini diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penguatan kebijakan Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi keagamaan di Indonesia.

