Medan (Humas). Kepala KUA Medan Deli H. Aslen, S.Th.I,MA mengirimkan Penyuluh Agama Islam dan dua orang Ketua Majelis Taklim Medan Deli untuk hadir sebagai peserta aktif pada kegiatan Pembinaan SDM dan Penguatan Pokja Majelis Taklim Kota Medan yang diselenggarakan oleh Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Medan di Hotel Syariah Grand Jamee Jl. Gagak Hitam No. 92 Medan, Selasa (11/11/2025).
Adapun peserta yang ditugaskan oleh Ka. KUA Medan Deli untuk menghadiri acara adalah Putra Muroswana, S.Th.I yang bertugas sebagai Penyuluh Agama Islam PPPK KUA Medan Deli, Ummi Kurnia sebagai Ketua MT. PWM Medan Deli Jl. Aluminium 1 No. 28 Lk 12 Tj. Mulia, dan Evi Sukmana Dewi Ketua MT. Al Ihsan Jl. Mangaan 5 Mabar.
Dalam mengikuti kegiatan pembinaan peserta utusan KUA Medan Deli sangat antusias dan bersemangat dikarenakan pembinaan terhadap pengurus majelis taklim sangatlah penting mengingat peran dan fungsi majelis taklim di tengah-tengah masyarakat sangat strategis dan dibutuhkan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr. H. Impun Siregar, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan majelis taklim menjadi benteng moral dan sosial bagi masyarakat. “Kita adalah pelopor dakwah. Melalui majelis taklim, kita bisa memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. Di saat narkoba, geng motor, dan tindakan kriminal lainnya masih banyak di sekitar kita, majelis taklim harus hadir memberi solusi dengan dakwah yang menyejukkan dan membangun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ka. Kankemenag menegaskan seluruh penyuluh agama untuk aktif membina majelis taklim di wilayah binaan masing-masing. “Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menumbuhkan semangat dakwah di akar rumput. Bina dan dampingilah majelis taklim agar menjadi pusat pembelajaran agama yang produktif dan inspiratif,” katanya.
Kepala KUA Medan Deli H. Aslen, MA di tempat yang berbeda menyampaikan Penyuluh Agama Islam berperan menjadi pembimbing masyarakat, edukator, dan fasilitator yang memberikan pemahaman ajaran agama, membimbing moral, serta membantu masyarakat memecahkan masalah spiritual dan sosial. Mereka juga berperan sebagai agen perdamaian, pemersatu bangsa, serta sebagai mediator antara pemerintah dan masyarakat untuk mensukseskan program pembangunan. (AS).

