Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan turut ambil bagian dalam menyukseskan Pesta Paskah umat Stasi Santa Faustina, Paroki Santo Paulus Pulo Brayan Bengkel, Medan. Kegiatan ini mencapai puncaknya pada Hari Raya Paskah, Minggu (5/4/2026), dengan berbagai rangkaian perlombaan yang telah dilaksanakan selama tiga minggu berturut-turut.
Acara puncak yang diisi dengan lomba paduan suara Gregorian berlangsung dengan meriah. Tiga penyuluh Katolik hadir untuk mendukung kelancaran lomba yang diikuti oleh setiap lingkungan di gereja stasi yang sedang berkembang ini. Ketiga penyuluh tersebut adalah Hamma Sitohang, S.Ag., Marulam Nainggolan, S.S., dan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil.
Sebelum dan sesudah lomba, para penyuluh memberikan penjelasan mengenai lagu Gregorian kepada peserta dan seluruh umat yang hadir. “Gregorian adalah lagu khas dan tradisional dalam Gereja Katolik. Lagu ini merupakan doa yang dinyanyikan secara mengalir dengan penghayatan serta nuansa spiritual yang mendalam, tanpa ketukan atau birama yang kaku,” ujar Marulam dalam penjelasannya.
Pada dua dan tiga pekan sebelumnya telah dilaksanakan berbagai perlombaan, antara lain lomba bertutur Kitab Suci yang diikuti oleh anak-anak, lomba lektor (membacakan Kitab Suci) untuk kategori dewasa dan orang muda, serta lomba mazmur untuk kategori yang sama. Dalam kegiatan ini, Leonhard Hutagalung, S.S., sebagai penyuluh yang bertugas di wilayah tersebut bersama Marulam Nainggolan, turut ambil bagian.
Lomba tutur Kitab Suci diselenggarakan untuk menumbuhkan kecintaan umat, khususnya anak-anak, terhadap Kitab Suci sebagai sumber iman. Sementara itu, lomba mazmur dan lektor bertujuan untuk menjaring petugas-petugas liturgi yang andal dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Petugas liturgi harus memiliki semangat pelayanan kepada umat. Oleh karena itu, mereka perlu memahami cara bermazmur dan membacakan Kitab Suci dengan baik, antara lain dengan volume suara yang cukup, artikulasi dan intonasi yang jelas, serta kemampuan membangun kontak dengan umat yang mendengarkan.
Kegiatan ini berjalan dengan baik. Umat merasa senang dan terbantu dengan kehadiran para penyuluh dalam rangkaian kegiatan tersebut. “Masukan yang baik serta kehadiran para penyuluh dari Bimas Katolik sangat membantu terlaksananya kegiatan Paskah ini. Namun, kami masih mengharapkan keterlibatan penyuluh dalam membimbing kami di stasi ini dalam berbagai kegiatan umat,” ujar Ketua Panitia Paskah, Sarbarita Sihombing, di akhir acara.

