Penyuluh Katolik Kemenag Medan Hadirkan Siaran Rohani Paskah yang Menggugah Iman Umat

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan siaran rohani bertema “Fase: Peralihan Tuhan dari Perbudakan menuju Kemuliaan” melalui Radio Maria pada Kamis (09/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Catholic Center Medan, beralamat di Jl. Mataram No.21, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, dan menghadirkan Ricardo Simamora sebagai host, serta tiga narasumber yakni Roni Antonius Sitanggang, Hekdi Jojada Sinaga, dan Marulam Nainggolan.

Dalam siaran tersebut, pembahasan diawali dengan makna “fase” atau peralihan Tuhan dalam peristiwa Paskah. Ricardo Simamora sebagai host membuka dialog dengan mengajak umat memahami kedalaman misteri Paskah sebagai perjalanan iman yang membawa umat dari penderitaan menuju kebangkitan dan kemuliaan.

Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Paskah merupakan momentum penting yang menggambarkan kehadiran Tuhan yang melintas untuk membawa keadilan dan pembebasan. “Paskah sebagai fase berarti Tuhan melintas. Di satu sisi menjadi hukuman bagi kejahatan, namun di sisi lain menjadi pembebasan bagi umat-Nya,” ujar Roni.

Sementara itu, Hekdi Jojada Sinaga menyoroti kondisi umat Israel yang berada dalam penindasan sebelum mengalami pembebasan ilahi. “Allah hadir sebagai kekuatan yang tak terkalahkan, membebaskan umat dari situasi yang tampaknya mustahil. Ini menjadi gambaran nyata kasih dan kuasa Tuhan,” ungkap Hekdi.

Dalam pembahasan lebih lanjut, Marulam Nainggolan mengaitkan peristiwa Paskah dengan kebangkitan Yesus Kristus. Ia menegaskan bahwa kebangkitan merupakan bentuk kemenangan mutlak atas kuasa dosa dan kematian. “Yesus menunjukkan bahwa tidak ada kuasa dunia yang mampu menahan-Nya. Kebangkitan-Nya menjadi tanda pembebasan bagi seluruh umat manusia,” jelas Marulam.

Menutup siaran, para narasumber menegaskan pentingnya tanda iman dalam kehidupan umat, khususnya melalui simbol salib sebagai tanda keselamatan. Ricardo Simamora menyampaikan apresiasi atas refleksi yang mendalam dari para narasumber. “Semoga melalui siaran ini, umat semakin memahami makna Paskah sebagai peralihan menuju hidup baru dalam kemuliaan Tuhan,” tutup Ricardo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *