Penyuluh Katolik Terlibat dalam Pembahasan Pengembangan Program Komisi Kateketik Keuskupan Agung Medan

Medan (Humas) Penyuluh PPPK Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan turut berpartisipasi aktif dalam rapat pembahasan pengembangan program Komisi Kateketik (Komkat) Keuskupan Agung Medan (KAM) yang berlangsung di ruang rapat CC KAM, lantai 3, Selasa (4/11/2025). Keterlibatan penyuluh ini sekaligus menjadi wujud konkret sinergitas Kementerian Agama dengan Gereja Katolik dalam pengembangan dan pelayanan umat.

Rapat yang dipimpin oleh RP. Konrad Situmorang, OFMCap. dan dihadiri oleh sejumlah pengurus Komkat ini bertujuan untuk memperdalam arah dan rancangan program komisi sesuai dengan visi dan misi Keuskupan Agung Medan, yakni “Oase Ilahi di Tengah Dunia.” Peserta rapat mencoba mengidentifikasi karakter umat Katolik KAM yang menunjukkan dirinya sebagai oase pembawa kesejukan di tengah dunia seturut ajaran iman Katolik sehingga program-program Komkat bisa dirancang sesuai tujuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, penyuluh Agama Katolik Hamma Sitohang, S.Ag., Marulam Nainggolan, S.S., dan Zetra Hail Saragih, S.Fil. berperan aktif memberikan pandangan dan masukan dalam proses identifikasi tujuan dan sasaran program Komkat ke depan. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari sinergi antara Bimas Katolik dan Komisi Kateketik dalam penguatan karya pelayanan iman umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Medan.

“Kami berupaya agar program Komkat yang dirancang benar-benar berakar pada visi Keuskupan sebagai Oase Ilahi di Tengah Dunia, sehingga setiap kegiatan pembinaan iman dapat lebih kontekstual, relevan, dan membangun karakter umat yang beriman teguh,” ujar Hamma Sitohang seusai rapat.

Rapat yang dimulai pukul 15.30 WIB ini juga membahas pemetaan bidang tugas serta identifikasi karakter umat Katolik yang diharapkan mencerminkan visi dan misi Keuskupan, antara lain aktif dalam pelayanan sakramen, kuat dalam persekutuan, berintegritas, mencintai budaya, serta berani menampilkan identitas kekatolikan di tengah masyarakat.

Melalui keikutsertaan para penyuluh Bimas Katolik, diharapkan proses penyusunan program Komkat dapat lebih terarah dan selaras dengan kebutuhan pastoral umat. Sinergi antara institusi Gereja dan Kementerian Agama ini menjadi wujud nyata pelayanan kolaboratif dalam memperkuat katekese dan pembinaan iman umat Katolik di Keuskupan Agung Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *