Medan (Humas) — Dalam rangka mengisi kegiatan dakwah Ramadan 1447 H, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Baru, Syahmuda Nasution, S.Ag., melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) melalui Kuliah Tarawih di Mushalla Ar-Ridha, Jalan Panglima Denai Gg. Mulajadi, Kecamatan Medan Amplas, pada Rabu malam, 25 Februari 2026.
Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah setempat tersebut mengangkat topik yang sangat relevan di bulan suci, yakni “5 Hal yang Merusak Puasa.” Dalam penyampaiannya, Syahmuda Nasution mengajak jamaah untuk tidak hanya menjalankan puasa secara lahiriah, tetapi juga menjaga kualitasnya secara batiniah agar ibadah yang dilakukan benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.
Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang dapat merusak atau setidaknya mengurangi pahala puasa. Pertama, makan dan minum dengan sengaja di siang hari Ramadan. Ia menegaskan bahwa hal ini jelas membatalkan puasa sebagaimana disepakati para ulama. Kedua, berkata dusta dan berbuat maksiat. Meskipun tidak membatalkan secara fikih, perbuatan tersebut dapat menghilangkan pahala puasa.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan, pandangan, dan hati dari perbuatan dosa. Jangan sampai kita hanya mendapatkan haus dan lapar tanpa pahala,” tegasnya di hadapan jamaah.
Ketiga, ghibah atau menggunjing sesama. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan membicarakan keburukan orang lain sangat berbahaya bagi nilai ibadah puasa. Keempat, marah yang berlebihan dan tidak terkendali. Dalam suasana Ramadan, umat Islam diajak untuk memperbanyak kesabaran dan menahan emosi.
Kelima, meninggalkan kewajiban seperti salat lima waktu. Menurutnya, puasa yang tidak dibarengi dengan pelaksanaan kewajiban lainnya akan kehilangan ruh dan keberkahannya.
Kuliah Tarawih tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan interaktif. Jamaah tampak antusias menyimak materi yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan seputar persoalan puasa yang sering terjadi di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesempurnaan ibadah puasa, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi akhlak dan spiritualitas. Bimbingan seperti ini menjadi bagian dari komitmen Penyuluh Agama Islam untuk terus hadir di tengah umat, memberikan pencerahan dan penguatan keagamaan selama bulan Ramadan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan istiqamah hingga akhir Ramadan.

