Medan (Humas) – Dalam rangka mengisi kegiatan keagamaan di bulan suci Ramadan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Syahmuda Nasution, S.Ag, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan melalui Kuliah Tarawih Ramadan di Mushalla Ar-Ridha, Jalan Denai Gang Mulajadi, Kecamatan Medan Amplas, pada Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan setelah pelaksanaan sholat Isya dan Tarawih berjamaah tersebut diikuti dengan antusias oleh jamaah mushalla yang terdiri dari masyarakat sekitar, tokoh agama, serta para pemuda setempat. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan tampak mewarnai jalannya kegiatan kuliah Tarawih tersebut.
Dalam ceramahnya, Syahmuda Nasution mengangkat tema “Empat Golongan yang Dirindukan Surga.” Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat beberapa golongan manusia yang sangat dicintai dan dirindukan oleh surga karena ketaatan serta amal kebaikan yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyampaikan bahwa golongan pertama adalah orang yang senantiasa membaca dan mencintai Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan agar menjadi pedoman hidup yang membawa manusia kepada keselamatan dunia dan akhirat.
Golongan kedua adalah orang yang menjaga lisannya. Dalam penjelasannya, Syahmuda menekankan pentingnya menjaga ucapan dari perkataan yang menyakiti, memfitnah, atau menimbulkan permusuhan. “Lisan yang dijaga dengan baik akan membawa kedamaian bagi diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.
Selanjutnya, golongan ketiga adalah orang yang gemar memberi makan kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Ia mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperbanyak sedekah.
Adapun golongan keempat adalah orang yang rajin melaksanakan puasa, baik puasa wajib di bulan Ramadan maupun puasa sunnah. Menurutnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri dari segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Syahmuda Nasution juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Ia berharap melalui kegiatan kuliah Tarawih seperti ini, masyarakat dapat semakin memahami nilai-nilai ajaran Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Mari kita manfaatkan setiap kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan melakukan kebaikan agar kita termasuk golongan yang dirindukan oleh surga,” pesannya kepada jamaah.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan melalui kuliah Tarawih ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru selama bulan Ramadan, sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat.

