Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Sulaiman, S.Th.I., M.Ag, menyampaikan kajian Ramadan sebelum salat Tarawih bertema “Keutamaan Puasa Ramadan dan Hikmahnya” di Masjid Dakwah, Kamis (19/2/2026).
Dalam tausiyahnya, Sulaiman menegaskan bahwa puasa Ramadan merupakan ibadah istimewa yang memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta momentum dihapuskannya dosa-dosa bagi mereka yang menjalankannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi jalan untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Ketakwaan inilah tujuan utama dari ibadah Ramadan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan Allah SWT membuka pintu rahmat selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Menurutnya, melalui puasa, seorang Muslim dilatih untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah, sehingga tumbuh kesadaran spiritual yang mendalam dalam setiap aktivitas kehidupan.
Sulaiman juga menguraikan hikmah puasa sebagai sarana pengendalian hawa nafsu. Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seseorang belajar mengontrol emosi, menjaga lisan, serta menghindari perbuatan tercela.
“Jika selama Ramadan kita mampu mengendalikan diri, maka setelah Ramadan pun kita diharapkan tetap mampu menjaga perilaku dan akhlak,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa puasa menumbuhkan empati terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang mampu. Rasa lapar dan dahaga yang dirasakan menjadi pengingat untuk lebih peduli serta memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
Di akhir kajiannya, Sulaiman mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum membangun kehidupan yang penuh rasa syukur. Ia menegaskan bahwa melalui puasa, umat Islam diajak menyadari begitu banyak nikmat Allah yang sering kali terabaikan.
“Dengan berpuasa, kita belajar mensyukuri nikmat yang mungkin selama ini dianggap biasa. Ramadan mengajarkan kita untuk lebih sadar, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT,” tutupnya.

