Penyuluh KUA Medan Sunggal Ajak Jamaah Bangun Empati, Kejujuran dan Kesabaran

Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Paidi S.Ag mengisi ceramah dalam acara buka puasa bersama di Masjid Al Muhajiril Anshar JL. Abadi No. 42 Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal, Minggu, 15 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut dihadiri jamaah, pengurus BKM, serta tokoh masyarakat yang turut memeriahkan suasana Ramadan dengan semangat ukhuwah dan kebersamaan.

Ketua BKM Al Muhajiril Anshar Mulyadi yang didampingi pembina Sagirun mengatakan bahwa selama bulan suci Ramadan masjid tersebut aktif menggelar berbagai kegiatan ibadah. “Setiap malam kami melaksanakan salat tarawih berjamaah, kemudian setiap minggunya membagikan takjil kepada masyarakat sekitar. Hari ini kami juga mengadakan buka puasa bersama, dan pada sepertiga malam terakhir Ramadan akan dilaksanakan kegiatan iktikaf,” ungkap Mulyadi di hadapan jamaah.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan Masjid Al Muhajiril Anshar tersebut juga mendapat dukungan dari PC LDII Kecamatan Medan Sunggal yang diketuai Mukti Rahono. Turut memberikan dukungan para pembina yakni Dr. Indra Solahuddin, Dr. Ilham, dan Suroso, serta hadir pula dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut perwakilan PAC LDII Tanjung Rejo Anggi Maulana bersama jamaah lainnya.

Dalam sambutannya, Mukti Rahono menyampaikan komitmen untuk terus mendukung program keagamaan yang dilaksanakan oleh BKM Al Muhajiril Anshar. “Kami dari LDII Kecamatan Medan Sunggal siap men-support dan mendukung setiap program kegiatan masjid yang bertujuan meningkatkan keimanan dan kebersamaan umat,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Sementara itu, dalam tausiyahnya Paidi, menekankan bahwa ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri serta membentuk karakter yang mulia. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan kualitas keimanan.
“Puasa akan membentuk pribadi manusia menjadi lebih jujur, sabar, memiliki empati kepada sesama serta semakin bertakwa kepada Allah SWT. Ketika seseorang mampu menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, maka pada saat yang sama ia juga sedang belajar mengendalikan hawa nafsunya,” ujar Paidi dalam ceramahnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada kaum yang membutuhkan. Menurutnya, kegiatan berbagi takjil, buka puasa bersama, dan berbagai kegiatan sosial di masjid merupakan wujud nyata dari nilai empati yang diajarkan dalam Islam.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *