Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, H. Fuji, MA, melaksanakan bimbingan kerohanian kepada para tahanan di Polsek Medan Sunggal pada Rabu (26/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual yang rutin dilakukan untuk memberikan pencerahan, penguatan moral, serta harapan agar para tahanan dapat memperbaiki diri.
Dalam bimbingannya, H. Fuji, MA, mengingatkan pentingnya introspeksi diri sebagai langkah awal menuju perubahan hidup. Sebelum menyampaikan nasihatnya, beliau menegaskan bahwa setiap manusia memiliki peluang untuk menjadi lebih baik. “Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi pintu perbaikan selalu terbuka selama kita mau merenung, belajar, dan memperbaiki perilaku,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa kehidupan memiliki aturan agama dan sosial yang harus dipatuhi. Sebelum memberikan penekanan tersebut, ia mengajak para tahanan untuk menyadari peran pengawasan Ilahi dalam setiap perbuatan. “Apa yang kita lakukan selalu diawasi oleh Allah SWT. Karena itu, setiap langkah harus dilandasi rasa tanggung jawab dan ketaatan kepada-Nya,” tegasnya.
Selain itu, Fuji turut mendorong para tahanan agar segera bertaubat dan memperbanyak doa serta istighfar. Sebelum menyampaikan imbauan ini, beliau menjelaskan bahwa ketenangan hati datang dari kedekatan dengan Allah. “Taubat yang sungguh-sungguh akan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik. Perbanyaklah doa dan dzikir untuk menguatkan hati di tengah ujian hidup,” tambahnya.
Kegiatan bimbingan berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para tahanan tampak mengikuti materi dengan serius dan menunjukkan harapan untuk memperbaiki diri. Program pembinaan seperti ini diharapkan mampu memberikan motivasi serta menjadi titik awal perubahan positif ketika para tahanan kembali ke tengah masyarakat.
Bimbingan kerohanian yang diberikan Fuji menjadi sarana penting dalam membangkitkan semangat introspeksi, taubat, dan penguatan karakter. Dengan penanaman nilai-nilai agama, para tahanan diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih taat pada aturan agama serta hukum. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran besar dalam membentuk mental dan memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang menjalani proses hukum. (Fuji/PAI)

