Penyuluh KUA Medan Sunggal, Pendampingan Spritual Untuk Proses Pemulihan Rehabilitasi Kiki Alam Jaya

Medan (Humas) Tim penyuluh agama dari KUA Medan Sunggal melaksanakan program pendampingan spiritual untuk proses pemulihan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Kiki Alam Jaya yang terletak di Jalan Seroja Raya, Medan.Senin (23/2/2024). Tim ini terdiri dari Drs. H. Fuji, M.A., Paidi S.Ag., Sindar Purba, S.Th., M.Pd., dan Drames Lumbantobing, S.Th., M.Pd.K. Mereka hadir untuk memberikan bimbingan spiritual kepada sekitar 40 orang yang sedang menjalani proses rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkotika, alkohol, zat adiktif lainnya (NAPZA).
Rehabilitasi di Kiki Alam Jaya ini tidak hanya melibatkan individu yang secara sukarela mendaftar, tetapi juga orang-orang yang merupakan titipan dari keluarga atau bahkan dari pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Program ini bertujuan untuk membantu para peserta rehabilitasi menemukan jalan kembali ke kehidupan yang lebih baik dan bebas dari ketergantungan NAPZA.
Selama kegiatan tersebut, para penyuluh agama memberikan ceramah dan motivasi kepada peserta rehabilitasi.

Fuji, salah seorang penyuluh, menekankan pentingnya semangat untuk bangkit kembali dan mengubah pola pikir, agar mereka dapat melanjutkan kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat. “Kesembuhan dimulai dengan perubahan dalam diri, dan itu hanya bisa terjadi jika kita bertekad untuk hidup lebih baik,” ujarnya.

Paidi, juga menambahkan bahwa bimbingan spiritual yang diberikan sangat penting dalam membantu pasien agar tidak hanya sembuh secara fisik tetapi juga mendapatkan kekuatan mental dan spiritual untuk bertahan. “Proses pemulihan bukan hanya soal berhenti dari ketergantungan fisik, tetapi juga mengatasi godaan-godaan spiritual yang sering kali menjadi akar masalah,” jelasnya.

Sindar Purba, yang juga turut memberikan bimbingan, menyampaikan bahwa rehabilitasi harus berjalan dengan pendekatan yang holistik, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. “Kesembuhan sejati akan tercapai ketika seseorang bisa menyelaraskan niat untuk berubah dengan upaya keras dan doanya,” katanya.

Drames Lumbantobing, mengingatkan peserta rehabilitasi untuk tetap menjaga harapan. “Harapan adalah api yang tidak boleh padam, meskipun hidup sering memberikan kita cobaan,” ujarnya. “Semangat dan doa adalah dua kunci utama untuk kesembuhan.”

Pendampingan spiritual yang diberikan oleh tim penyuluh agama KUA Medan Sunggal di Pusat Rehabilitasi Kiki Alam Jaya memberikan dampak positif dalam proses pemulihan para peserta rehabilitasi. Motivasi dan ceramah yang penuh semangat dari para penyuluh agama membantu para korban penyalahgunaan NAPZA untuk kembali menemukan semangat hidup yang baru. Proses rehabilitasi bukan hanya soal pemulihan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan mental dan spiritual.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *