Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan dalam kegiatan perwiritan kaum ibu Nurul Ihsan yang digelar pada Jumat (25/12/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di rumah Ibu Farida Hanum, Jalan Klambir V Gang Pantai, Kecamatan Medan Sunggal, yang sekaligus menjadi tuan rumah perwiritan. Kegiatan perwiritan berlangsung dengan khidmat dan penuh suasana kekeluargaan, diikuti oleh para jamaah yang antusias menyimak materi bimbingan.
Dalam kesempatan tersebut, Paidi menyampaikan tausiyah bertema “Refleksi Hakikat Hidup dalam Perspektif Islam.” Ia mengajak jamaah untuk merenungkan kembali tujuan hidup manusia agar tidak hanya terfokus pada urusan duniawi, tetapi juga bernilai ibadah dan membawa keberkahan.
Dalam tausiyahnya, Paidi menegaskan bahwa hakikat hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dan menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, QS. Az-Zariyat ayat 56.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Ayat ini menjadi landasan utama agar setiap aktivitas kehidupan kita senantiasa diarahkan pada ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT,” ujar Paidi.
Lebih lanjut, Paidi mengingatkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan penuh dengan berbagai ujian. Oleh karena itu, refleksi diri dan muhasabah menjadi hal yang sangat penting agar manusia tidak lalai dalam menjalani kehidupan.
“Allah SWT mengingatkan kita bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamatlah disempurnakan balasan amal perbuatan kita sebagaimana dalam QS. Ali Imran ayat 185. Kesadaran akan kematian ini hendaknya mendorong kita untuk memperbaiki akhlak, memperbanyak amal saleh, dan menjaga hubungan baik dengan sesama,” jelasnya.
Menutup tausiyahnya, Paidi mengajak jamaah perwiritan Nurul Ihsan untuk menjadikan majelis taklim sebagai sarana memperkuat keimanan, menambah ilmu agama, serta memperbaiki kualitas hidup. Ia juga menekankan pentingnya istiqamah dalam beramal dan terus melakukan muhasabah agar kehidupan memiliki arah yang jelas dan diridhai Allah SWT.
Jamaah perwiritan menyambut tausiyah tersebut dengan penuh antusias dan berharap kegiatan perwiritan yang rutin dilaksanakan dapat terus memberikan pencerahan spiritual serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.
Bimbingan refleksi hakikat hidup yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal ini menjadi pengingat penting bagi jamaah untuk memahami tujuan hidup yang sejati, sehingga mampu menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, serta berorientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat. (Paidi)

