Penyuluh Medan Belawan Tekankan Pentingnya Etika Bermedia pada Workshop Literasi Digital

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Medan Belawan, Muhammad Fathul Husni, S.HI, memberikan sambutan sekaligus penguatan nilai pada kegiatan Workshop Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Yayasan Teratai Pesisir Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia. (9/12). Kegiatan yang berlangsung di Foresthree Marelan ini berhasil menarik perhatian 300 peserta, terdiri dari pelajar, mahasiswa, komunitas digital, hingga masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Fathul yang juga menjabat sebagai Ketua Pengawas Yayasan Teratai Pesisir Indonesia menekankan bahwa pesatnya kemajuan teknologi digital memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk mengakses informasi dari berbagai sumber. Namun, kemudahan tersebut harus dibarengi dengan etika, kehati-hatian, dan pemahaman nilai-nilai keagamaan.

“Kita hidup di era di mana informasi bergerak begitu cepat. Karena itu, setiap pengguna digital dituntut untuk berhati-hati, memeriksa kebenaran informasi, dan menjaga adab dalam berkomunikasi. Teknologi harus menjadi sarana kebaikan, bukan alat yang menimbulkan kerusakan,” ujarnya.

Sebagai Penyuluh Agama Islam, Fathul juga menekankan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga terkait kemampuan mengendalikan diri, berpikir kritis, serta mempertimbangkan dampak moral dari setiap aktivitas digital yang dilakukan.

“Literasi digital itu bukan sekadar teknis. Ini tentang bagaimana kita menggunakan teknologi dengan tanggung jawab, kesadaran moral, dan keselarasan nilai-nilai Islam. Etika digital harus tumbuh seiring perkembangan teknologi,” tambahnya.

Penyampaian tersebut mendapat sambutan positif dari peserta karena relevan dengan tantangan dunia digital yang rentan terhadap hoaks, ujaran kebencian, dan penyalahgunaan media sosial.

Workshop ini juga menghadirkan narasumber ahli seperti Kariaman Sinaga, Dosen Universitas Dharmawangsa Medan, yang memaparkan dinamika teknologi informasi serta pentingnya kapasitas literasi digital bagi masyarakat modern.

Sementara itu, Faisal Ruslan, Trainer Public Speaking Kota Medan, memberikan pembekalan tentang teknik komunikasi digital yang efektif, sopan, dan bertanggung jawab.

Kehadiran para narasumber dan penyuluh memberikan wawasan komprehensif kepada peserta. Mereka aktif berdiskusi mengenai keamanan data, penyebaran hoaks, budaya komunikasi di media sosial, hingga strategi meningkatkan kualitas perilaku digital sesuai nilai agama dan etika sosial.

Ketua Yayasan Teratai Pesisir Indonesia turut mengapresiasi kontribusi penyuluh dan para peserta.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang melek digital sekaligus beretika. Ruang digital yang aman dan sehat hanya bisa terwujud jika semua pengguna memiliki kesadaran dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, diharapkan masyarakat Kota Medan semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya lingkungan digital yang positif, aman, dan bermanfaat bagi semua.

Acara ditutup dengan pesan motivasi agar seluruh peserta terus meningkatkan literasi digital dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup yang cerdas, produktif, dan beretika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *