Penyuluh PPPK Katolik Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab bagi Mahasiswa Unika Santo Thomas Medan

Medan (Humas) Penyuluh PPPK Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan mengadakan kegiatan penyuluhan bagi mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Medan di Aula Kampus Unika, Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Tanggung Jawab: Jalan Menuju Kedewasaan dan Masa Depan” dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer.

Pembinaan, yang sudah direncanakan sejak akhir tahun perkuliahan lalu, ini menghadirkan dua penyuluh, yaitu Leonhard Hutagalung, S.S. dan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil. Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar serta meninggalkan Kesan positif bagi peserta dan pihak kampus. Tujuan kegiatan kali ini untuk menanamkan nilai tanggung jawab sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.

Dalam penyampaiannya, Leonhard Hutagalung membuka sesi dengan sebuah pertanyaan reflektif yang mengajak mahasiswa merefleksikan kebiasaan mereka dalam mengerjakan tugas kuliah, apakah dikerjakan lebih awal, menunggu tenggat waktu, atau sekadar menyalin dari teman. Melalui refleksi ini, ia menekankan bahwa tanggung jawab merupakan kesadaran untuk memilih, keberanian menanggung konsekuensi, dan kematangan dalam bertindak.

“Tanggung jawab membentuk kebiasaan, kebiasaan membentuk karakter, dan karakter menentukan masa depan,” tegas Leonhard Hutagalung di hadapan puluhan peserta yang baru memulai perjuangan sebagai mahasiwa dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Lebih lanjut, ia mengutip Injil Lukas 16:10 tentang kesetiaan dalam perkara kecil dan menjelaskan empat pilar tanggung jawab, yaitu kepercayaan diri, kepercayaan kepada orang lain, kepercayaan sosial, dan kepercayaan religius. Ia juga menyinggung pemikiran Aristoteles dan Sartre serta Galatia 6:5 untuk menegaskan bahwa manusia memiliki kebebasan sekaligus tanggung jawab moral atas setiap tindakan yang diambil.

Untuk memperjelas makna tanggung jawab, Leonhard menampilkan dua tipe mahasiswa: mereka yang disiplin dan konsisten sehingga membangun kepercayaan, serta mereka yang sering menunda atau menyalin tugas dan akhirnya kehilangan kepercayaan dari dosen maupun teman. Semua peserta mengikuti dengan antusias dari awal hingga akhir. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan refleksi dari peserta sembari menetapkan aksi nyata yang akan diterapkan dalam kehidupan nyata sebagai mahasiwa.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa tanggung jawab bukan sekadar kewajiban menyelesaikan tugas, melainkan fondasi bagi pembentukan karakter, integritas, dan masa depan yang lebih matang dan membahagiakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *