Penyuluhan Agama Islam Medan Baru Kupas “3 Kondisi Hati Manusia” di Masjid An-Nasuha

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Medan Baru, Sibaihi, Lc., M.Th., menyampaikan penyuluhan keagamaan bertema “3 Kondisi Hati Manusia” dalam kegiatan Penyuluhan Agama Islam yang berlangsung di Masjid An-Nasuha, Kecamatan Medan Baru. Kegiatan ini diikuti jamaah dengan khidmat dan penuh antusias.

Dalam penyuluhan tersebut, Sibaihi menekankan bahwa hati memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku dan akhlak manusia. Baik dan buruknya sikap seseorang, menurutnya, sangat ditentukan oleh kondisi hati yang dimilikinya.

“Hati adalah pusat kendali perilaku manusia. Jika hatinya baik, maka baik pula perbuatannya. Sebaliknya, jika hati rusak, maka akan rusak pula amal dan akhlaknya,” ujar Sibaihi dalam penyuluhannya.

Lebih lanjut, Sibaihi menjelaskan bahwa terdapat tiga kondisi hati manusia yang perlu dipahami dan menjadi bahan muhasabah bagi setiap muslim. Kondisi pertama adalah hati yang sehat, yaitu hati yang bersih dari penyakit syirik, dengki, dan iri hati, serta senantiasa dipenuhi keimanan, keikhlasan, dan ketundukan kepada Allah SWT.

“Hati yang sehat akan melahirkan ketenangan jiwa, akhlak yang mulia, serta ketaatan dalam menjalankan ibadah. Inilah hati yang harus kita jaga dan rawat dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Kondisi kedua adalah hati yang sakit, yakni hati yang masih hidup namun terjangkit penyakit rohani seperti hasad, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan. Menurutnya, kondisi ini sering membuat seseorang berada dalam kebimbangan antara mengikuti kebenaran atau menuruti hawa nafsu.

“Hati yang sakit masih bisa disembuhkan. Obatnya adalah taubat yang sungguh-sungguh, memperbanyak dzikir, serta meningkatkan amal saleh agar hati kembali bersih dan tenang,” tambah Sibaihi.

Sementara itu, kondisi ketiga adalah hati yang mati, yaitu hati yang telah kehilangan kepekaan terhadap kebenaran. Hati ini tidak lagi tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, maupun peringatan agama.

“Hati yang mati adalah kondisi paling berbahaya karena tidak lagi peka terhadap kebenaran dan dapat menjerumuskan seseorang jauh dari rahmat Allah SWT,” tegasnya.

Melalui penyuluhan ini, jamaah diajak untuk senantiasa melakukan muhasabah diri, menilai kondisi hati masing-masing, serta berupaya menjaga dan merawat hati agar tetap berada dalam keadaan sehat. Jamaah Masjid An-Nasuha menyambut positif kegiatan ini dan berharap penyuluhan keagamaan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana penguatan iman dan pembinaan umat di wilayah Medan Baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *